Penemuan Mayat, Polres Taput Koordinasi dengan Polres Tapteng dan Sidimpuan

Penemuan Mayat, Polres Taput Koordinasi dengan Polres Tapteng dan Sidimpuan
Penemuan mayat tanpa identitas (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Tarutung - Polres Taput melakukan koordinasi dengan Polres Tapteng dan Padangsidimpuan terkait penemuan mayat tanpa identitas.

Staf Humas Polres Taput, Aiptu Walpon Baringbing mengatakan, koordinasi ini dilakukan karena sebelum dan setelah penemuan mayat tanpa identitas tersebut, ternyata sudah ada 2 orang warga melaporkan kehilangan anggota keluarganya kepada pihak kepolisian.

"Saat ini belum ada warga Taput yang melaporkan kehilangan anggota keluarga. Namun dua orang warga telah melaporkan kehilangan anggota keluarganya ke Polres Tapteng dan Polres Padangsidimpuan," ujarnya.

Dia mengatakan, laporan kehilangan anggota keluarganya pertama dilaporkan oleh warga ke Polres Padangsidimpuan pada 8 Februari 2023.

"Kemudian ada lagi warga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya ke Polres Tapteng pada 14 Maret," ungkapnya.

Dia mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan koordinasi ke Polres Tapteng dan Polres Padangsidimpuan.

"Koordinasi ini kita lakukan untuk mengetahui apakah ada hubungan laporan kehilangan di Polres Tapteng dan Padangsidimpuan dengan penemuan mayat tanpa identitas di Taput," imbuhnya.

Hingga kini pihaknya masih belum bisa memastikan identitas korban. Begitu juga dengan penyebab kematiannya, masih menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

"Dari hasil autopsi itu nantinya kita bisa mengetahui ciri-ciri khusus korban seperti perkiraan usia, jenis kelamin dan tanda-tanda lain yang ada di tubuh korban, untuk bisa kita bandingkan dengan anggota keluarga yang dilaporkan hilang," tandasnya.

Sesosok mayat tanpa identitas dalam kondisi membusuk ditemukan oleh warga di semak belukar di Kawasan Desa Pancurnapitu, Kecamatan Siatas Barita, Taput pada Rabu (15/3).

Menurut informasi dari pihak kepolisian, mayat tanpa identitas pertama kali ditemukan oleh 2 orang warga yang hendak pergi ke ladang.

(CAN/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi