
Analisadaily.com, Nias Barat - Tim audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Sumatera Utara (Sumut), memeriksa proyek Peningkatan Jalan dari Simpang Doli-doli menuju Kecamatan Mandrehe Utara (Jalan Sutomo di Kecamatan Mandrehe) senilai Rp8,8 miliar, yang diduga dikerjakan tidak sesuai speksifikasi.
Tim BPK Perwakilan Sumut turun untuk memeriksa proyek tersebut hingga sampai mengukur tebal aspal, beton, tembok penahan tanah, parit beton, bahu jalan dan panjang dan lebar jalan. Namun, saat dimintai komentar oleh sejumlah jurnalis, pihak BPK tidak bisa memberikan komentar. "Tidak bisa beri komentar, " ujar tim BPK usai meninggalkan pemeriksaan proyek, Rabu (27/2/2025).
Sebelumnya Ketua LSM PKN (Peduli Kepulauan Nias), Petrus S. Gulo, menyoroti terkait pengerjaan pembangunan tersebut hingga pihaknya menduga ada pemborosan anggaran. "Sangat prihatin melihat kondisi jalan seperti ini, belum 3 bulan setelah dikerjakan sudah pada rusak. Rp.8,8 miliar lebih pemborosan uang negara tanpa memberikan manfaat bagi masyarakat, sebutnya.
Menurutnya, konstruksi pembangunan jalan hotmix ini teruji dan terukur jika dikerjakan dengan tepat sesuai dengan speksifikasi, sehingga umur layanan jalan bisa sampai puluhan tahun.
" Melihat aspal yang pecah di lokasi, menunjukkan lapisan aspal sangat tipis, diperkirakan tidak sampai 5 cm, dan campuran aspal yang sangat kurang dalam mengikat jenis material agregat, sehingga dengan mudah terjadi keretakan," ungkapnya. Pl
Ia menduga penyebab lainnya juga karena suhu aspal pada saat penghamparan di bawah suhu minimum. Apalagi jika dikerjakan pada saat hujan. "Kegagalan konstruksi pembangunan jalan ini juga karena kurangnya atau lemahnya pengawasan dari pengelola proyek, konsultan pngawas, pejabat pembuat komitmen (PPK) dan direksi pekerjaan, sehingga rekanan bisa dengan leluasa mengerjakan sesuka hatinya, " ucapnya
Selain itu, pihaknya juga akan temuan ini ke penegak hukum. "Hal ini sangat potensial untuk dilaporkan ke penegak hukum. Diduga ada indikasi korupsi. Karena sangat mustahil bahwa lapisan aspal sepanjang jalan ini akan dibongkar dan dikerjakan kembali sesuai dengan speksifikasi selama masa pemeliharaan," katanya
Warga Desa Hayo Kecamatan Mandrehe,A. Putra Gulo, mengakui proyek ini pernah dikerjakan saat kondisi hujan. Hal tersebut berpotensi mempengaruhi kualitas jalan yang kini terlihat bergelombang dan retak.
Ia juga menyoroti bahwa jenis agregat yang digunakan dalam proyek ini tidak diketahui secara pasti, tetapi dari pengamatannya, ketebalan agregat hanya sekitar 8 cm. Kondisi ini menambah kekhawatiran masyarakat terkait ketahanan jalan tersebut dalam jangka panjang.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Nias Barat, Eliakim Gulo, ketika dikonfirmasi mengaku tidak dapat memberikan tanggapan. Ia mengklaim telah mengingatkan kepala bidang dan PPK untuk meninjau ulang hasil pekerjaan tersebut.
"Saya tidak bisa memberi tanggapan, sudah saya ingatkan kabid/ppk untuk mengingatkan rekanan, karena yg tau persis pekerjaan ini adalah kadis lama/hiburan Halawa," ujarnya
Eliakim Gulo menegaskan pihak rekanan bertanggung jawab untuk memperbaiki kekurangan dari hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan. Hal ini dilakukan agar kualitas pekerjaan dapat sesuai dengan standar yang ditetapkan dan memenuhi harapan semua pihak terkait. "Rekanan perbaiki sesuai kekurangan dari hasil pekerjaan yang sudah dilaksanakan," jelasnya
Diketahui, proyek ini merupakan bagian dari program Penanganan Long Segment Peningkatan Jalan Ruas Jalan Sutomo di Kecamatan Mandrehe. Berdasarkan informasi yang diperoleh, proyek ini dikerjakan sesuai dengan kontrak bernomor 600/03/P-04.DAK/SP/PPK-1/BM-PUTR/2024, yang ditandatangani pada 28 Mei 2024. Dengan nilai kontrak mencapai Rp. 8.858.783.600, proyek ini didanai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Nias Barat Tahun Anggaran 2024.
Pengerjaan proyek ini dijadwalkan berlangsung selama 200 hari kalender, terhitung sejak 29 Mei 2024 hingga 14 Desember 2024. CV. Tresno Agung Lestari bertindak sebagai pelaksana proyek, sementara pengawasan dilakukan oleh PT. Enconsoil Ensan. Dalam pelaksanaannya, proyek ini berada di bawah tanggung jawab PPK Konstruksi Dinas PUTR, Bidang Bina Marga TA. 2024. (mag1)
(REL/WITA)