Masyarakat Apresiasi Revitalisasi Danau Siombak

Masyarakat Apresiasi Revitalisasi Danau Siombak
Masyarakat Apresiasi Revitalisasi Danau Siombak (Analisadaily/istimewa)

Analisadaily.com, Medan-Danau Siombak, destinasi wisata alam yang terletak di Jalan Pasar Nipon, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, kini telah rampung direvitalisasi dan memasuki tahap pemeliharaan.

Revitalisasi ini mencakup pembangunan tanggul sebagai upaya penanganan banjir rob di Belawan serta perbaikan lingkungan dan kualitas air.

Tahap awal revitalisasi mencakup pembangunan tanggul sepanjang 1.350 meter, yang diharapkan dapat mengurangi dampak banjir rob dan backwater bagi 8.935 jiwa yang tinggal di 2.248 kepala keluarga (KK) di Lingkungan 1, 5, 6, 7, 8, dan 9 Kelurahan Paya Pasir.

Revitalisasi Danau Siombak bertujuan mengatasi permasalahan banjir rob, sampah, kualitas air, serta sedimentasi. Pekerjaan dilakukan dengan mempertimbangkan kriteria teknis dan lingkungan yang mencakup pekerjaan persiapan pembangunan check dam, pembangunan dinding beton, normalisasi danau.

Seorang warga Paya Pasir yang ditemui di lokasi Adi Salim, Senin (24/03/25) menyampaikan apresiasi atas pembangunan tanggul yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatra II Medan.

“Masyarakat merasa senang dan bahagia dengan dibangunnya tanggul ini. Kami berharap pembangunan terus berlanjut hingga tahap akhir, termasuk kolam retensi, agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sumatra Utara M Bobby Afif Nasution serta Walikota Medan yang telah melanjutkan proyek ini.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Camat Medan Marelan Alkausar Deasya, menyatakan Pemerintah Kota Medan mendukung penuh program revitalisasi Danau Siombak dan mengapresiasi Kementerian PUPR serta BBWS Sumatra II Medan.

“Revitalisasi ini penting untuk kepentingan masyarakat. Kami mengajak seluruh warga untuk menjaga dan merawat area Danau Siombak agar tetap lestari serta dapat dikembangkan sebagai objek wisata,” ungkapnya.

Dengan selesainya tahap awal revitalisasi, masyarakat berharap agar pembangunan kolam retensi segera terealisasi demi optimalisasi fungsi tanggul dalam mencegah banjir rob. Pengelolaan danau yang tepat akan memastikan keberlanjutan manfaat bagi lingkungan dan warga sekitar.

(ARU/NAI)

Baca Juga

Rekomendasi