Trauma Healing Berbasis Budaya, Tim Peduli Bersama Dampingi Anak Korban Banjir di Tanjung Pura (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Langkat - Tim Peduli Bersama menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pulih Bersama, Ceria Kembali: Kegiatan Stress Healing Melalui Permainan dan Edukasi bagi Anak-Anak Terdampak Banjir” pada Senin (22/12/2025). Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Nurul Hasanah, Dusun 1 Karantina, Desa Pekubuan, KecamatanTanjung Pura, Kabupaten Langkat.
Kegiatan tersebut bertujuan mendukung pemulihan psikologisdan sosial anak-anak terdampak banjir melalui pendekatantrauma healing berbasis permainan dan edukasi. Berbagaiaktivitas edukatif dan rekreatif ditampilkan, di antaranyapermainan tradisional bernuansa budaya seperti Rancak Alis, dadu budaya, dan bola kertas, serta sesi storytelling yang mengangkat cerita rakyat Danau Toba.
Program ini dirancang secara interdisipliner denganmengintegrasikan pendekatan antropologi budaya, ilmukomunikasi, dan teknik industri agar pelaksanaan kegiatanberlangsung empatik, komunikatif, serta terorganisasi denganbaik. Koordinasi kegiatan dilakukan bersama Dinas Pendidikan Wilayah Tanjung Pura melalui fasilitasi Badan Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Utara.
Kegiatan ini diprakarsai oleh Chalila Fitria Amin, mahasiswiProgram Studi Antropologi Universitas Brawijaya asal Medan, yang sekaligus bertindak sebagai ketua pelaksana. Dalam pelaksanaannya, Chalila berkolaborasi dengan Rifqi Ahmad Yurcel (Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara) sebagaisekretaris, Fathan Akhtar Muda Hasibuan (Teknik Industri Universitas Sumatera Utara) sebagai koordinator acara, sertaYos Nathanael Mahanaim Kaban (Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara) sebagai kakak pendamping. Tim juga melibatkan Fatih Razzan Amin, siswa kelas X Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah, dan Desi Yunita, S.Pd, stafpengajar BBC.
Pendampingan akademik dan keilmuan dilakukan oleh Dr. Abdullah Akhyar Nasution, dosen Antropologi Universitas Malikussaleh, Aceh, serta Teguh Satria Amin, dosen Sastra Inggris Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah. Kegiatanini turut dihadiri dan didukung oleh Bapak Agus Muhardi Amin, M.Si, selaku perwakilan Badan Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Utara.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuhkeceriaan. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiaprangkaian permainan dan sesi bercerita yang dikemas secarainteraktif dan menyenangkan. Tawa dan ekspresi bahagiamewarnai jalannya kegiatan, mencerminkan terciptanya ruangaman bagi anak-anak untuk kembali bermain, berinteraksi, dan mengekspresikan diri pascabencana.
Sebagai bentuk perhatian dan dukungan moral, setiap anakmenerima goodie bag yang disiapkan oleh Tim Peduli Bersama bersama BPMP Provinsi Sumatera Utara. Pemberian goodie bagini diharapkan dapat menambah semangat anak-anak sekaligusmenjadi simbol kepedulian bersama terhadap pemulihanpsikologis dan kesejahteraan mereka.
Menurut Chalila Fitria Amin, kegiatan ini dilandasi prinsipmemanusiakan manusia, khususnya dalam membantu anak-anakyang mengalami tekanan psikologis pascabencana. “Anak-anakmembutuhkan ruang aman untuk kembali tersenyum dan merasadidampingi. Kami ingin menghadirkan pendekatan yang dekatdengan budaya dan keseharian mereka,” ujarnya.
Pelaksanaan kegiatan juga mendapat dukungan dari KepalaDusun 1 Karantina, Riza, serta guru pendamping Dewi Andriani Lubis, S.Pd, Guru SMP Negeri 3 Stabat. Pendanaan kegiatanbersumber dari swadaya Tim Peduli Bersama serta dukungansejumlah donatur sebagai bentuk kepedulian sosial.
Melalui kegiatan ini, Tim Peduli Bersama berharap dapatberkontribusi dalam proses pemulihan psikososial anak-anakterdampak banjir sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas profesi dalam penanganan dampakbencana di Sumatera Utara.
(DEL)