Kejutan Musda Golkar Sumut: MKGR Cabut Dukungan dari HYS, Alihkan ke Andar Amin Harahap! (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan – Dinamika politik menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sumatera Utara XI kian memanas. Secara mengejutkan, salah satu organisasi pendiri Partai Golkar, MKGR Sumatera Utara, resmi mengalihkan arah dukungannya.
Dalam Rapat Pleno Pengurus yang digelar Jumat (30/01/2026) pagi, MKGR Sumut memutuskan untuk mencabut dukungan dari Hendri Yanto Sitorus (HYS) dan melabuhkannya kepada Andar Amin Harahap.
Langkah strategis ini dikonfirmasi langsung oleh Ketua Ormas MKGR Sumut, Darma Putra Rangkuti, melalui Wakil Ketua OKK, Dr. Agus Purwanto, di Markas Partai Golkar Sumut, Jalan Sei Wampu, Medan.
"Iya benar, Ormas MKGR telah menggelar Rapat Pleno untuk menetapkan arah kebijakan organisasi. Kami memutuskan untuk mengalihkan dukungan kepada Andar Amin Harahap untuk maju sebagai calon Ketua Golkar Sumut," ujar Agus kepada media.
Agus menegaskan bahwa peralihan dukungan ini bukan tanpa alasan. Keputusan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan bersama pengurus harian dalam menyikapi dinamika politik terbaru di internal partai berlambang pohon beringin tersebut.
Dengan beralihnya dukungan MKGR, peta persaingan menuju kursi Ketua DPD Partai Golkar Sumut periode 2025-2030 kini semakin mengerucut pada dua kandidat kuat. Andar Amin Harahap kini mendapatkan suntikan moral besar dari ormas "tulang punggung" partai tersebut.
Poin-poin penting hasil rapat pleno MKGR:
• Pencabutan Dukungan: MKGR resmi menarik dukungan dari kandidat sebelumnya, Hendri Yanto Sitorus.
• Dukungan Tertulis: Surat dukungan resmi telah diserahkan langsung oleh Darma Putra Rangkuti kepada Andar Amin Harahap.
• Harapan Organisasi: MKGR berharap di bawah kepemimpinan yang baru, Golkar Sumut mampu mempertahankan prestasi dan menjadi yang terbaik di Sumatera Utara.
Menanti Hasil Musda XI
Musda Golkar Sumut XI sendiri dijadwalkan berlangsung mulai besok, 31 Januari hingga 2 Februari 2026 di Medan. Penyerahan surat dukungan dari MKGR ini dianggap banyak pihak sebagai sinyal kuat perubahan peta kekuatan di arena Musda nanti.
"Ini adalah keputusan bersama. Kami ingin Partai Golkar menjaga yang sudah baik dan menjadi yang terbaik di masa depan," pungkas Agus.
(RZD/RZD)