Petani Kopi Lokal Berhasil Ekspor Kopi Biji dan Bubuk ke Berbagai Kota

Petani Kopi Lokal Berhasil Ekspor Kopi Biji dan Bubuk ke Berbagai Kota
Ilustrasi biji kopi. (Analisadaily/AI-Chatgpt)

Analisadaily.com, Kabanjahe - Tiurlan Br Perangin angin (50), seorang petani kopi lokal mengembangkan bisnisnya sehingga dapat memasarkan dan mengekspor kopi baik biji maupun bubuk ke kota-kota di luar wilayah.

Bisnis kopi ini, yang telah beroperasi selama lebih dari lima tahun, menunjukkan bahwa produk lokal memiliki kemampuan untuk bersaing di pasar yang lebih luas.

Petani kopi ini membeli bahan baku langsung dari petani lain dengan harga sekitar Rp18.000/kg. Setelah diproses, kopi kemudian dijual kembali dalam bentuk biji dengan harga Rp60.000/kg. Proses produksi kopi dilakukan secara mandiri mulai dari penggilingan hingga penjemuran.

Namun, perjalanan usaha ini menghadapi banyak tantangan. Faktor terbesar adalah cuaca, terutama selama musim hujan.

Kondisi ini menghalangi proses penjemuran kopi. Tingkat kekeringan dan kualitas warna biji kopi dipengaruhi oleh penjemurannya di dalam gudang dengan sedikit sinar matahari.

Selain itu, perubahan harga kopi di pasaran sering menjadi hambatan. Kondisi geografis daerah tempat tinggal yang dikenal sebagai wilayah penghasil kopi menjadi inspirasi awal untuk mendirikan usaha ini.

Petani kopi lokal melihat potensi untuk menghasilkan uang dari hasil panen mereka dengan membuka bisnis jual beli dan distribusi kopi.

“Kalau untuk tantangan sudah pasti setiap usaha punya tantangannya, apalagi di bidang ini cuaca jadi salah satu tantangan keras untuk saya. Karena kopi yang kami kirim keluar kota punya standar dan kualitas, jadi jika cuaca tidak mendukung proses pengeringan kopi akan sangat terhambat” ujar Tiurlan Br Perangin angin (50) pemilik usaha kopi.

Saat ini, kopi yang telah diproses baik dalam bentuk biji maupun bubuk dijual ke beberapa wilayah, seperti Sidikalang, Lintong, dan Medan. Daerah-daerah ini secara bersamaan menjadi tujuan pengiriman dan pusat pengolahan dan pemasaran kopi.

Kopi dikirim ke luar kota biasanya hanya dalam beberapa jam, tergantung jarak tempuh. Berat kopi yang dikirim dalam satu pengiriman berkisar antara tiga hingga lima ton.

Di sisi lain, pengolahan buah ceri menjadi biji atau bubuk kopi memakan waktu sekitar satu hari untuk menghasilkan jumlah standar biji kopi kering.

Tiurlan juga mengatakan untuk pemesanan biasanya kita dari relasi ke relasi, jika ada pengantaran keluar kota biasanya deal harga melalui telpon atau pembeli datang ke lokasi untuk pengecekan barang, jika cocok baru kita akan kirimkan sesuai alamat yang diberikan pelanggan.

Diharapkan petani kopi lokal ini dapat menjadi inspirasi bagi petani kopi lainnya untuk terus meningkatkan kualitas dan memperluas pasar, sehingga kopi lokal dapat bersaing dan dikenal lebih luas di berbagai wilayah.

Berita kiriman dari: Siska Tira Handayani

Baca Juga

Rekomendasi