Istana Maimun Menjadi Destinasi Sejarah Favorit Pengunjung di Kota Medan

Istana Maimun Menjadi Destinasi Sejarah Favorit Pengunjung di Kota Medan
Istana Maimun Menjadi Destinasi Sejarah Favorit Pengunjung di Kota Medan (Analisadaily/Dimas Arif)

Analisadaily.com, Medan - Istana Maimun masih menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang diminati masyarakat dan wisatawan di Kota Medan. Bangunan bersejarah peninggalan Kesultanan Deli ini kerap dikunjungi oleh pecinta seni, budaya, dan sejarah.

Salah satunya adalah Humazida (24), alumni Universitas Negeri Medan (UNIMED) asal Padang Sidempuan, yang mengaku sudah beberapa kali berkunjung ke Istana Maimun.

Humazida mengatakan ketertarikannya terhadap Istana Maimun bermula sejak ia masih berkuliah. Kunjungan pertamanya dilakukan bersama sang kakak.

“Awalnya saya tahu Istana Maimun waktu kuliah, dan pertama kali ke sini diajak kakak saya,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (04/02/2026).

Menurut Humazida, daya tarik utama Istana Maimun terletak pada arsitekturnya yang khas dan sarat nilai seni. Ia menilai bangunan istana masih terjaga dengan baik dan menunjukkan identitas budaya Melayu yang kuat.

“Arsitekturnya bagus, masih terlihat natural, dan budaya Melayunya sangat terasa, terutama dari warna kuning dan hijau,” katanya. Ia menambahkan, keunikan tersebut membuat Istana Maimun berbeda dari destinasi wisata sejarah lainnya.

Humazida juga menekankan pentingnya peran pengunjung dalam menjaga kelestarian Istana Maimun sebagai warisan budaya. Menurutnya, dengan berkunjung saja masyarakat sudah ikut berkontribusi dalam pelestarian sejarah.

“Dengan datang ke sini, kita sebenarnya sudah ikut menjaga peninggalan budaya Melayu ini agar tetap dikenal dan tidak hilang,” ucapnya.

Ia berharap pengelola Istana Maimun terus mempertahankan nilai sejarah dan budaya di tengah perkembangan zaman.

Melansir dari berbagai sumber, Istana Maimun sendiri merupakan salah satu ikon Kota Medan yang terletak di pusat kota. Istana ini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Makmun Al Rasyid Perkasa Alam, mulai 26 Agustus 1888 dan diresmikan pada 18 Mei 1891.

Awalnya, istana ini berfungsi sebagai tempat tinggal dan pusat kegiatan Kesultanan Deli. Dibangun di atas lahan seluas 2.772 meter persegi, Istana Maimun memiliki tiga bangunan utama dengan total 30 ruangan.

Bangunan utama atau balairung menjadi pusat perhatian pengunjung karena di sanalah singgasana Sultan Deli berada. Istana ini dirancang oleh arsitek asal Belanda, Theodoor Van Erp, dengan memadukan unsur arsitektur Melayu, Islam, Eropa, India, dan Spanyol.

Warna kuning yang mendominasi bangunan menjadi simbol kebesaran dan identitas budaya Melayu yang masih kuat hingga kini.

Selain bangunan utama, kawasan Istana Maimun juga memiliki daya tarik lain, seperti Rumah Meriam Puntung yang berada di sisi depan istana. Keberadaan meriam bersejarah ini turut menarik perhatian wisatawan yang berkunjung.

Meski telah berusia lebih dari satu abad, Istana Maimun masih berdiri kokoh dan terawat. Perabotan di dalam istana pun sebagian besar masih dipertahankan keasliannya.

Hal ini menjadikan Istana Maimun sebagai destinasi wisata wajib bagi wisatawan yang ingin mengenal sejarah dan kejayaan Kesultanan Deli sekaligus merasakan nuansa budaya Melayu di Kota Medan.

Berita kiriman dari: Dimas Arif Fadillah

Baca Juga

Rekomendasi