IKA UNDIP Bantu Benur Udang Vanamei untuk Kelompok Petambak di Pesisir Aceh Tamiang (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Kuala Simpang – Ikatan Alumni Universitas Diponegoro (IKA UNDIP) melalui Tim Satuan Tugas (Satgas) Bencana menyalurkan bantuan donasi tahap dua bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang.
Kegiatan dipusatkan di Kampung Dalam, Kecamatan Karang Baru dan Kampung Seunebok Aceh, Kecamatan Bendahara dan dihadiri langsung oleh Ketua DPP IKA UNDIP Mas Nurhamin, dan Ketua Bidang Advokasi IKA UNDIP, Teuku Raja Rajuandar, bersama pengurus DPD IKA UNDIP Aceh dan relawan setempat.
Pada tahap dua ini, IKA UNDIP mengalokasikan bantuan sosial berupa ribuan paket perlengkapan ibadah, sembako, perlengkapan sekolah, tandon air, mesin genset dan bantuan usaha untuk peningkatan ekonomi masyarakat pesisir Aceh Tamiang yakni benur udang vanamei.
"Bantuan ini menyasar masyarakat tiga daerah yakni Aceh Tamiang, Kota Langsa dan Aceh Timur, sebagai bentuk dukungan pemulihan pascabencana serta udang vanamei upaya untuk peningkatan ekonomi masyarakat pesisir melalui budidaya," kata Ketua DPP IKA UNDIP, Nurhamin di Aceh Tamiang, Minggu (15/2).
Tim Satgas Bencana IKA UNDIP juga melakukan peninjauan langsung ke lokasi tambak udang vanamei dan melaksanakan penebaran benih perdana sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Program ini dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan darurat. Tapi mendorong kebangkitan ekonomi lokal agar warga bisa kembali mandiri dan dapat melakukan usaha lagi seperti budidaya udang vanamei,” ujarnya.
Dikesempatan ini pengurus IKA Undip wilayah Aceh Tamiang, TM Shaleh mengatakan bantuan DPP IKA Undip pusat ke daerah bencana sangat membantu masyarakat terdampak bencana jelang bulan suci Ramadhan. Selain membawa paket sembako dan perlengkapan ibadah Undip juga menyalurkan benur udang vanamei untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir Aceh Tamiang.
"IKA Undip berharap melalui program ini, proses pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat Aceh dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan," demikian Shaleh.
(DHS/RZD)