Dosen ST Bhinneka saat melakukan pengabdian masyarakat di Desa Padang Sari (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Asahan - Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal, tim pengabdian kepada masyarakat ST Bhinneka mengadakan sosialisasi tentang pemanfaatan tumbuhan obat keluarga (TOGA) di Desa Padang Sari, Kecamatan Tinggi Raja, Kabupaten Asahan.
Dosen ST Bhinneka yakni Dini Hardiani Has, S.Hut., M.Si dan Bd. Dita Anggriani Lubis, S.Tr.Keb., M.K.M, CTM-BM dalam kesempatan tersebut mengatakan, program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat tumbuhan obat, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi ibu rumah tangga setempat.
"Sosialisasi ini diikuti oleh ibu-ibu rumah tangga setempat yang sangat antusias dalam mempelajari cara-cara pengolahan tumbuhan obat yang ada di sekitar mereka," ujarnya, Senin (11/5/2026).
Melalui penyuluhan ini, para peserta diberikan pengetahuan mengenai jenis-jenis tumbuhan obat yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar dan cara-cara pengolahannya untuk mengatasi penyakit ringan seperti batuk, flu, hingga gangguan pencernaan. Kegiatan ini juga dilanjutkan dengan praktik penanaman TOGA di pekarangan rumah. Para peserta sangat antusias dalam menanam berbagai jenis tanaman obat baik di polybag maupun di tanah langsung.
Meskipun sebagian ibu rumah tangga telah memiliki pengetahuan tentang TOGA dan cara pengolahannya, banyak dari mereka yang belum sepenuhnya memahami khasiat TOGA secara ilmiah. Oleh karena itu, pelatihan lebih lanjut tentang khasiat tanaman obat ini sangat penting untuk memperdalam pemahaman mereka dan meningkatkan manfaat yang bisa diambil dari tanaman tersebut. Dengan pengetahuan yang tepat, ibu rumah tangga dapat membudidayakan TOGA secara mandiri dan menggunakannya untuk kepentingan kesehatan keluarga, bahkan mengembangkan usaha di bidang obat-obatan herbal.
Program ini bukan hanya membawa manfaat kesehatan bagi masyarakat, tetapi juga dapat mengarah pada pengembangan usaha kecil dan menengah di bidang obat herbal. Dengan adanya pengetahuan yang lebih mendalam tentang tanaman obat, masyarakat dapat menjual produk olahan herbal mereka, yang pada gilirannya dapat memperkuat ekonomi keluarga dan desa.
(NS/BR)