Ketua Yayasan Medan Business & Polytechnic, Christianto Y. V. Tarigan, S.E., M.H. (batik biru) (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Dalam upaya memperkuat pendidikan vokasi dan menjawab tantangan bonus demografi Indonesia, Politeknik MBP resmi membuka lima Program Sarjana Terapan (D4) baru.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen institusi dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul, kompeten, adaptif terhadap perkembangan industri, serta siap bersaing di dunia kerja nasional maupun internasional.
Langkah tersebut juga dinilai bukan sekadar ekspansi kampus, melainkan bagian dari dukungan nyata terhadap program Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita poin 3 dan poin 4 yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penguatan sektor industri nasional. Pembukaan 5 program studi baru itu resmi ditetapkan melalui SK Kemdiktisaintek Nomor 469/B/O/2026.
Ketua Yayasan Medan Business & Polytechnic, Christianto Y. V. Tarigan, S.E., M.H., saat diwawancarai media pada Sabtu (9/5/2026) di kediamannya, mengatakan bahwa penguatan pendidikan vokasi menjadi salah satu langkah penting dalam menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.
Menurutnya, Indonesia saat ini sedang berada pada momentum bonus demografi yang harus dimanfaatkan dengan baik melalui peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan tenaga kerja muda.
“Bonus demografi merupakan peluang besar bagi Indonesia. Namun, apabila generasi mudanya tidak dipersiapkan dengan baik, maka hal tersebut justru bisa menjadi tantangan besar. Karena itu, kami di Yayasan MBP berkomitmen menghadirkan pendidikan yang mampu mencetak SDM unggul, kompeten, dan siap kerja,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa 5 program Sarjana Terapan baru yang dibuka di Politeknik MBP dirancang dengan pendekatan pendidikan berbasis industri, di mana mahasiswa akan lebih banyak mendapatkan pengalaman praktik dibandingkan teori di kelas.
Adapun 5 Program Sarjana Terapan (D4) baru tersebut yaitu D4 Perhotelan, D4 Digital Finance, D4 Akuntansi Perpajakan, D4 Bisnis Digital Pariwisata, dan D4 Ilmu Komunikasi Bisnis Internasional.
“Kami menerapkan sistem pembelajaran 30 persen teori dan 70 persen praktik industri. Jadi mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga langsung mendapatkan pengalaman kerja nyata sesuai bidangnya masing-masing,” katanya.
Selain program baru tersebut, Politeknik MBP juga telah memiliki sejumlah program studi yang selama ini menjadi pilihan masyarakat, yaitu D3 Perhotelan, D3 Perbankan dan Keuangan, D3 Akuntansi, D3 Administrasi Bisnis, serta D3 Bahasa Inggris.
Menurut Christianto Y. V. Tarigan, S.E., M.H., keberadaan program studi lama dan program studi baru tersebut menjadi bentuk keseriusan MBP dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri, dunia usaha, dan perkembangan teknologi saat ini.
Selain itu, mahasiswa juga akan memperoleh kesempatan mengikuti program magang internasional di Malaysia dan Taiwan sebagai bagian dari penguatan kompetensi global serta peningkatan daya saing lulusan di dunia kerja.
“Kami ingin lulusan MBP tidak hanya mampu bersaing di tingkat lokal, tetapi juga memiliki wawasan dan pengalaman internasional. Dunia kerja sekarang membutuhkan lulusan yang adaptif, profesional, dan memiliki keterampilan nyata,” tambahnya.
Ketua Yayasan Medan Business & Polytechnic, Christianto Y. V. Tarigan, S.E., M.H. (batik biru)
Dalam kesempatan tersebut, Christianto Y. V. Tarigan, S.E., M.H. juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada LLDIKTI Wilayah I, khususnya kepada Kepala LLDIKTI Wilayah I Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, MA., Ph.D, atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan kepada Politeknik MBP dalam pembukaan lima program studi baru tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala LLDIKTI Wilayah I atas kepercayaan yang diberikan kepada Politeknik MBP dalam pembukaan program studi baru ini. Kepercayaan tersebut menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan menghasilkan lulusan yang berkualitas,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung proses pembukaan program studi baru tersebut, baik dari unsur yayasan, tim akademik, mitra kerja sama, maupun berbagai pihak lainnya yang telah berkontribusi.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama dan memberikan dukungan dalam proses pembukaan program studi baru ini. Tentunya pencapaian ini tidak dapat terwujud tanpa sinergi dan kerja sama dari berbagai pihak,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Christianto Y. V. Tarigan, S.E., M.H. juga mengajak para lulusan SMA/SMK sederajat untuk melanjutkan pendidikan tinggi di bawah naungan Yayasan Mandiri Bina Prestasi yang terdiri dari Politeknik MBP dan Universitas MBP.
Ia menegaskan bahwa kedua institusi tersebut hadir untuk memberikan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan teknologi dan industri saat ini.
“Kami membuka peluang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk bergabung bersama MBP. Kuliah saat ini bukan hanya tentang mendapatkan ijazah, tetapi bagaimana mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja dan masa depan,” ujarnya.
Menurutnya, mahasiswa yang berkuliah di lingkungan Yayasan MBP juga akan mendapatkan dukungan fasilitas pelayanan kampus yang memadai untuk menunjang proses belajar mengajar.
“Kami terus meningkatkan fasilitas pelayanan di kampus, mulai dari ruang belajar yang nyaman, laboratorium praktik, akses teknologi dan internet, pelayanan akademik mahasiswa, hingga lingkungan belajar yang mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa,” katanya.
Ia berharap kehadiran Politeknik MBP dan Universitas MBP dapat menjadi salah satu pilihan terbaik bagi lulusan SMA/SMK yang ingin memperoleh pendidikan berkualitas dan siap menghadapi tantangan dunia kerja di era modern.
“Kami ingin mencetak generasi muda yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan, karakter, dan mental profesional. Melalui pendidikan vokasi dan akademik yang kami kembangkan, kami optimistis MBP dapat berkontribusi dalam pembangunan SDM Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya.
(REL/RZD)