Dari FGD Fakultas Vokasi USU–UiTM Malaysia: Berharap Permen Jahe Merah Dalig Raya Menginternasional

Dari FGD Fakultas Vokasi USU–UiTM Malaysia: Berharap Permen Jahe Merah Dalig Raya Menginternasional
Dari FGD Fakultas Vokasi USU–UiTM Malaysia: Berharap Permen Jahe Merah Dalig Raya Menginternasional (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Fakultas Vokasi Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka Program Pengabdian kepada Masyarakat Internasional yang turut melibatkan pihak kampus Universiti Teknologi Mara (UiTM) Pulau Pinang, Malaysia. Kegiatan tersebut digelar di Hotel Grand Dhika, Senin (5/5/2026).

Dalam FGD tersebut dihadiri Dekan Fakultas Vokasi Wakil Dekan III (Junedi Ginting), Tim Pelaksana Pengabdian Masyarakat di Dalig Raya (Yasmin Chairunnisa Muchtar, Muhammad Anggia Muchtar, Jane Melita Keliat, Wina Nurfitriani, Juli Novita Sari dan Lailan Syafrina Hasibuan), Azila Azmi dan Siti Anis Adilah Tarmazi dari Universiti Teknologi Mara UiTM Pulau Pinang, Penyuluh Kementerian Pertanian Kabupaten Simalungun Jupri Sukamtar Banurea, pihak BUMD Kabupaten Simalungun Tri Dharma Sipayung, Perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan di Kabupaten Simalungun Jahartap Yustin Pasaribu, Lurah Dalig Raya diwakili kepling Pangalbuan Sardo Hotbi Saragih, Direktur Utama PT. Sultan Aren Indonesia yang diwakilkan oleh Hasanuddin dan dari pihak media Analisadaily.com Mahjijah Chair.

Ketua FGD Dr. Yasmin Chairunnisa Muchtar menyampaikan, tujuan FGD tersebut untuk mengambil rekomendasi kebijakan yang tertuang dalam policy brief untuk Kabupaten Simalungun, agar pengabdian masyarakat yang sudah dilaksanakan Fakultas Vokasi USU bekerjasama dengan Kampus UiTM terkait permen jahe merah, bisa digunakan untuk peningkatan ekonomi masyarakat yang ada di Dalig Raya.

"Memang permen jahe merah ini masih dipasarkan di wilayah Dalig Raya, antar kelurahan, antar kampung di Simalungun. Oleh karena itu, kita menginginkan produk warga Dalig Raya ini bisa merambah ke daerah lain, ke Medan ke Sumatera, bahkan keluar negeri," tutur Yasmin.

Jadi FGD ini, lanjutnya, untuk pengembangan produk permen jahe merah bisa menginternasional. Di samping tetap harus memperbaiki kualitas rasa, kemasan, kualitas permanen agar bisa lebih tahan lama. "Sehingga layak jual ke tengah masyarakat domestik dan jangka panjangnya hingga internasional," jelas Yasmin yang juga dosen di Fakultas Vokasi USU itu.

Dari diskusi ini, sambungnya, diharapkan ada masukan yang bernilai positif dari pihak–pihak yang hadir untuk penyempurnaah kualitas produksi permen dari segala sisi. Demikian juga terkait dengan berbagai persyaratan yang sesuai standar keamanan, kualitas, dan legalitas untuk memastikan layanan konsumsi dan memenuhi aturan hukum yang berlaku.

Di antaranya, keamanan pangan, legalitas izin edar seperti P–IRT ( Pangan Industri Rumah Tangga), Sertifikasi Halal. Lalu, pelabelan dan Informasi produk, kemasan yang sesuaikan kualitas dan kualitas organileptik.

"Sertifikasi halal ini penting. Tidak hanya di Indonesia, di Malaysia juga sangat mengutamakan produk halal ini. Jika hendak diekspor ke Malaysia harus pula menerakan komposisi produk, kandungan dari isi produk di bagian depan kemasan. Jadi masih banyak yang perlu diperbaiki," tutur Yasmin.

Sampai saat ini, lanjut Yasmin, permen jahe merah yang dilabeli Poger Candy ini, dikemas dalam tiga kemasan, yakni, kemasan seperempat kilo yang dbandrol Rp35 ribu, kemasan setengah kilo Rp75 ribu dan 1 kilogram Rp165 ribu.

"Sejauh ini, pihak Fakultas Vokasi USU mempromosikan permen tersebut dengan membagikan ke pihak kampus dan dibawa ke UiTM Malaysia. Di sana, pihak kampus negara tetangga itu, belum tahu ada permen jahe merah di Dalig Raya, ternyata ada," kata Yasmin.

Setelah mereka cicipi pertama kali, mereka merasa excited, ternyata rasanya enak, lebih spicy, lebih strong rasanya. "Hanya saja memang masih ada yang harus diperbaiki," pungkas Yasmin.

(MC/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi