Mahasiswa Demo DPRDSU, Persoalkan Ketidakadilan Pendidikan

Mahasiswa Demo DPRDSU, Persoalkan Ketidakadilan Pendidikan
Anggota DPRD Sumut Fajri Akbar menandatangani penerimaan aspirasi mahasiswa (analisadalily/zulnaidi)

Analisadaily.com, Medan - Sejumlah massa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Eksekutif Wilayah Sumatera Utara menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumut, Kamis (7/5). Mereka menyoroti persoalan ketidakadilan pendidikan di Sumatera Utara.

Koordinator aksi, Risky Fauzy Hasibuan dan Rahmatun Bangun Situmorang, menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya menghapus komite sekolah serta meminta pemerataan akses pendidikan bagi seluruh pelajar di Sumut.
Massa juga menyoroti kondisi siswa di Kabupaten Deli Serdang yang dinilai masih tertinggal dalam sektor pendidikan di Sumatera Utara. Aksi tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2 Mei.
Saat berunjuk rasa, massa sempat membakar ban dan menggoyang pagar besi kantor DPRD Sumut. Mereka juga meminta bertemu dengan Ketua DPRD Sumut, Erni Ariyanti, untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
Para demonstran juga membawa poster dan spanduk berisi kritik terhadap kebijakan pendidikan. Massa secara bergantian menyampaikan orasi di depan pintu gerbang DPRD Sumut dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.
Dua anggota Komisi E DPRD Sumut Fajri Akbar dan dr Mustafa awalnya berusaha menemui massa. Namun, massa menolak karena mereka menginginkan agar pimpinan dewan. Melalui pimpinan dewan, bisa langsung memanggil Kepala Dinas Pendidikan Sumut agar aspirasi bisa tersampaikan langsung.
Mendapat penolakan, kedua anggota dewan meninggalkan lokasi. Massa terus berorasi dan sesekali menggoyang pagar gerbang DPRD Sumut. Aksi mereka dikawal petugas Satpol PP, dan jajaran kepolisian baik di luar maupun di dalam pagar.
Beberapa saat kemudian, Fajri Akbar kembali menemui massa. Melalui negosiasi dan berjanji akan menyampaikan aspirasi mahasiswa ke pimpinan DPRD Sumut, Fajri akhirnya diterima mahasiswa. Sempat terjadi dialog interaktif antara politisi Partai Demokrat tersebut dengan mahasiswa.
Menjelang pukul 18.00 WIB, massa akhirnya sepakat memberikan kepercayaan kepada Fajri untuk menerima sejumlah aspirasi mereka. Sampai akhirnya, kedua pihak saling membubuhkan tandatangan kesepakatan. Massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib.

(NAI/NAI)

Baca Juga

Rekomendasi