Tim Pengabdian UNIMED Hadirkan Inovasi Tanaman Obat Berbasis Etnosains di Percut Sei Tuan

Tim Pengabdian UNIMED Hadirkan Inovasi Tanaman Obat Berbasis Etnosains di Percut Sei Tuan
Tim Pengabdian UNIMED Hadirkan Inovasi Tanaman Obat Berbasis Etnosains di Percut Sei Tuan (analisa/istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Universitas Negeri Medan kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui pendampingan pemanfaatan tanaman obat berbasis etnosains Sumatera Utara bagi ibu-ibu PKK di Kecamatan Percut Sei Tuan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman obat sebagai solusi kesehatan keluarga yang edukatif dan aplikatif.

Melalui keterlibatan dosen dan mahasiswa, Universitas Negeri Medan menghadirkan edukasi tentang pemanfaatan tanaman obat tradisional yang dipadukan dengan pendekatan ilmiah modern. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai tanaman herbal, tetapi juga memperkuat kesadaran pentingnya menjaga kesehatan keluarga secara mandiri berbasis potensi lokal.

Tim Pelaksana pengabdian diketuai oleh Dina Handayani, S.Pd., M.Si dengan anggota tim Ahmad Syafwan Pulungan, S.Pd., M.Si, Ummu Haniyyah, M.Pd., Dr. Finga Fitri Amanda, M.Pd, Imelda Wardani Br Rambe (Moderator), Sanimah, M.Pd (sebagai narasumber), Ester Marisa Fitriani Sihombing, S. Pd (sebagai pendamping dari LPPM) dan 5 orang mahasiswa pendukung pelaksanaan kegiatan pengabdian.

Ketua tim pengabdian menjelaskan bahwa kampus memiliki tanggung jawab untuk memastikan ilmu pengetahuan dapat dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat. “Universitas tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat melalui program-program yang memberi dampak nyata. Pendampingan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi Universitas Negeri Medan dalam kegiatan pengabdian yang mendukung kesehatan keluarga sekaligus melestarikan kearifan lokal Sumatera Utara,” ujarnya.

Hasil Program
Dalam kegiatan tersebut, ibu-ibu PKK sebagai peserta kegiatan diberikan materi dan pendampingan mengenai pengenalan jenis tanaman obat, manfaat kesehatan, teknik pengolahan sederhana, hingga praktik pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. Tanaman seperti jahe, kunyit, serai, daun sirih, lemon dan tanaman obat lain menjadi contoh tanaman herbal yang diperkenalkan karena mudah ditemukan di lingkungan rumah tangga.

pembuatan program
Kehadiran tim akademisi Universitas Negeri Medan mendapat sambutan hangat dari Ibu Ibu PKK Jalan Rukun Percut Sei Tuan. Pihak PKK menilai kegiatan tersebut sangat relevan dengan program pemberdayaan keluarga yang selama ini dijalankan.

“Kami di PKK punya 10 Program Pokok yang tujuannya sama, yaitu mewujudkan keluarga yang berdaya, sehat, dan sejahtera. Karena itu, kegiatan dari Bapak/Ibu dosen dan mahasiswa Universitas Negeri Medan ini sangat selaras dan tentu mendukung program PKK yang sudah ditetapkan,” ungkap Ririn Annisa Ketua PKK Jalan Rukun Percut Sei Tuan. Beliau juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun kualitas hidup keluarga. “Kami sadar membangun masyarakat tidak bisa berjalan sendiri. Perlu kolaborasi. Kehadiran akademisi dari Universitas Negeri Medan membawa ilmu baru, teknologi tepat guna, dan semangat baru bagi ibu-ibu kami. Sementara kami PKK siap menjadi jembatan agar ilmu yang diberikan bisa dipraktikkan dan membudaya di setiap rumah tangga,” tambahnya.

Program pengabdian ini merupakan keberlanjutan hasil penelitian tim pengabdian pada tahun lalu yang bertemakan etnosains sekaligus menjadi bagian dari upaya Universitas Negeri Medan dalam memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui pendekatan etnosains, pengetahuan tradisional masyarakat mengenai tanaman obat tidak hanya dilestarikan, tetapi juga diperkuat dengan penjelasan ilmiah sehingga lebih mudah diterima generasi masa kini dan bisa meluas kebermanfaatannya untuk masyarakat.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Diskusi interaktif dan praktik langsung pengolahan tanaman obat menjadi bukti tingginya minat masyarakat terhadap pemanfaatan herbal sebagai alternatif menjaga kesehatan keluarga. Tim pengabdian Universitas Negeri Medan juga menyerahkan alat-alat yang diharapkan bisa digunakan dan dimanfaatkan untuk keberlanjutan program ini

Melalui kegiatan ini, Universitas Negeri Medan berharap terbangun masyarakat yang lebih mandiri, sehat, serta mampu memanfaatkan kekayaan hayati lokal sebagai bagian dari budaya hidup sehat yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan pengabdian ini, Universitas Negeri Medan berharap masyarakat semakin mandiri dalam menjaga kesehatan keluarga dengan memanfaatkan tanaman obat berbasis potensi lokal. Program ini juga menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus upaya melestarikan kearifan lokal Sumatera Utara melalui pendekatan etnosains yang relevan dengan kebutuhan masyarakat masa kini. Dukungan dan antusiasme ibu-ibu PKK di Kecamatan Percut Sei Tuan diharapkan mampu mendorong keberlanjutan program sehingga pemanfaatan tanaman herbal dapat menjadi bagian dari budaya hidup sehat di lingkungan keluarga dan masyarakat

(RZD)

Baca Juga

Rekomendasi