Harga Cabai Merah dan Minyak Goreng Premium Naik di Pasar Pangururan

Harga Cabai Merah dan Minyak Goreng Premium Naik di Pasar Pangururan
Suasana di Pasar Pangururan, Samosir. (Analisadaily/Tetty Naibaho)

Analisadaily.com, Pangururan - Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Percontohan Pangururan, Kabupaten Samosir, pada pekan kedua Mei 2026 terpantau relatif stabil. Namun, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga dibandingkan minggu sebelumnya.

Berdasarkan data pemantauan harga Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Samosir per 13 Mei 2026, kenaikan terjadi pada cabai merah keriting, minyak goreng premium, dan telur ayam kampung.

Harga cabai merah keriting naik dari Rp28 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram. Minyak goreng premium mengalami kenaikan dari Rp24 ribu menjadi Rp25 ribu per liter, sementara telur ayam kampung naik tipis dari Rp57.500 menjadi Rp58 ribu per kilogram.

Di sisi lain, harga daging ayam broiler mengalami penurunan dari Rp44 ribu menjadi Rp43 ribu per kilogram.

Sedangkan sejumlah komoditas lainnya seperti beras medium, gula pasir, bawang putih, bawang merah impor, minyak goreng Minyakita, hingga ikan tongkol terpantau stabil.

Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Samosir, Ferdinan Sitanggang, didampingi Kabid Perdagangan Elman Silalahi mengatakan stabilitas harga bahan pokok masih terjaga meski terdapat fluktuasi pada beberapa komoditas tertentu.

Menurut Ferdinan, kenaikan harga cabai merah keriting dipengaruhi pasokan dari daerah pemasok yang mulai berkurang akibat faktor cuaca.

Sementara kenaikan minyak goreng premium masih dipengaruhi distribusi dan harga dari distributor.

“Kondisi harga kebutuhan pokok di Pasar Pangururan secara umum masih stabil dan stok tersedia. Memang ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, tetapi masih dalam batas wajar,” ujar Ferdinan.

Pihaknya akan terus melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok secara berkala guna mengantisipasi lonjakan harga yang dapat mempengaruhi daya beli masyarakat.

“Kami tetap berkoordinasi dengan distributor dan pelaku usaha agar pasokan tetap lancar sehingga harga bisa terkendali,” tambah Elman Silalahi. (TN)

(WITA)

Baca Juga

Rekomendasi