Atas Dasar Kemanusiaan, DPP LIRA Dan LIRA Sumut Selamatkan 25 WNI Yang Tertahan Di Kamboja

Atas Dasar Kemanusiaan, DPP LIRA Dan LIRA Sumut Selamatkan 25 WNI Yang Tertahan Di Kamboja
Kondisi tahanan di Kamboja yang tidak manusiawi. (Analisadaily/istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Gerak cepat Dewan Pimpinan Wilayah Lumbung Informasi Rakyat (DPW LIRA) Sumatera Utara bersama Presiden LIRA Andi Syafrani, menindaklanjuti informasi dari orang tua para tahanan di Kamboja terkait dengan razia besar-besaran yang dilakukan oleh pemerintah Kamboja dalam dugaan kasus perjudian/ judi online membuahkan hasil. Usai berkordinasi dengan pihak Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) berhasil menyelamatkan 25 orang WNI yang mendapatkan perlakukan tidak manusiawi selama berada di Kamboja.

Gubernur LIRA Sumut, H Rizaldi Mavi didampingi Ketua Satgas DPW LIRA Sumut, Erwandi dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026) usai memberikan arahan kepada Ketua Satgas DPW LIRA Sumut, Erwandi langsung memerintahkan agar segera berkoordinasi dengan DPP LIRA Andi Syafrani selaku Presiden LIRA agar melakukan upaya penyelamatan dan kemanusiaan setelah menerima laporan dari orang tua para tahanan. Dari informasi yang diterima, ada sekitar 25 WNI yang ditahan Polisi Kamboja dan mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi, karena mereka ditahan dalam satu sel baik laki-laki dan perempuan.

Dengan posisi yang sangat sempit sehingga mereka sulit istirahat, bahkan untuk bernafas dan dudukpun susah. Sehingga mereka berdesak-desakan sesuai dengan video dan foto yang dikirim kepada Ketua Satgas DPW LIRA Sumut Erwandi melalui pesan WhatsApp.

Salah seorang tahanan berinisial YD mengatakan bahwa mereka mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi. Sebab di dalam tahanan tersebut kapasitas dari jumlah tahanan melebihi ruang tahanan.

Tak hanya itu, dalam ruang yang sempit mereka juga hanya diberi jatah makan sekali dalam sehari. Itupun menggunakan uang mereka sendiri dengan cara patungan untuk membeli nasi melalui petugas Polisi Kamboja.

Berdasarkan informasi dan keterangan foto dan video yang diterima Ketua Satgas DPW LIRA Sumut, Erwandi maka Gubernur LIRA Sumut, H Rizaldi Mavi meminta ketua Satgas LIRA Sumut agar secepatnya kordinasi dengan DPP LIRA memberikan bantuan kemanusiaan melalui Kemenlu dan KBRI di Kamboja agar WNI yang ditahan mendapatkan perlakuan yang baik dan wajar.

Kemudian DPP dan DPW LIRA Sumut melakukan komunikasi yang intens dengan Kemenlu serta KBRI di Kamboja akhirnya 15 WNI yang ditahan dan memiliki paspor dikeluarkan dari tahanan yang padat dan sesak tersebut. Untuk selanjutnya menunggu pengembalian melalui duta besar atau KBRI yang ada di Kamboja untuk dipulangkan ke Indonesia

Sampai berita ini diturunkan DPW LIRA Sumut dan DPP LIRA terus mengawal proses pengembalian para tahanan WNI yang ada di Kamboja melalui Kemenlu dan KBRI di Kamboja. Informasi yang dihimpun 17 dari 25 orang yang ditahan di Kamboja merupaka warga Sumut. Sisanya warga dari Aceh, Bandung dan Manado.

Atas kejadian ini, Gubernur LIRA Sumut, H Rizaldi Mavi mendesak Gubernur Sumut, Bobby Afif Nasution agar membuka lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya di Sumut. Banyaknya warga Sumut yang bekerja ke luar negeri, salah satu faktor pemicunya adalah lapangan pekerjaan yang minim. "Gubernur Sumut harus bertanggung jawab terhadap keselamatan warganya. Bagaimana cara mencegah agar warga Sumut tak bekerja ilegal ke luar negeri solusinya buka lapangan pekerjaan seluas-luasnya,"tegas Mavi.

Selain itu, pihak Imigrasi juga diminta agar lebih selektif dalam menerbitkan paspor dan menindak agensi/penyalur tenaga kerja "nakal".

LIRA Sumut mengapresiasi pihak Kemenlu terkhusus Taufiq Rigo Staf Senior di Kemenlu yang telah merespon dengan cepat informasi dari DPP dan DPW LIRA Sumut sehingga 15 orang akhirnya bisa diselamatkan.

(YY)

Baca Juga

Rekomendasi