Buku Perdana Ajeng Salma Layla Amira Murid SMAN 8 Jakarta Raih Hak Cipta DJKI

Buku Perdana Ajeng Salma Layla Amira Murid SMAN 8 Jakarta Raih Hak Cipta DJKI
Buku Perdana Ajeng Salma Layla Amira Murid SMAN 8 Jakarta Raih Hak Cipta DJKI (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Jakarta - Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum RI secara resmi memberikan pengakuan atas perlindungan hak cipta melalui penerbitan Surat Pencatatan Ciptaan bernomor 001282505 (berdasarkan nomor permohonan EC002026087279) kepada Ajeng Salma Layla Amira, murid SMA Negeri 8 Jakarta,Sabtu (13/6 2026).

Pencatatan ini diperuntukkan bagi buku perdananya yang bertajuk Innovation in Motion: From Ideas to Impact (ISBN 978-634-218-393-9). Karya referensi ini memiliki kode klasifikasi 608 berdasarkan Dewey Decimal Classification Edisi ke-23 dan telah dipublikasikan secara perdana oleh penerbit Amerta Media pada 14 Februari 2026. Hak cipta ini sendiri merupakan yang kelima bagi Ajeng Salma Layla Amira, dan merupakan yang ketiga sejak ia menjadi murid SMA Negeri 8 Jakarta.

Buku setebal 62 halaman yang kini telah terindeks di layanan Google Books tersebut hadir sebagai sebuah antologi pemikiran yang progresif. Di dalamnya, alumni program Bina Talenta Indonesia 2025 itu mengeksplorasi sinergi antara ilmu pengetahuan dan teknologi dalam upaya menghasilkan solusi berbasis data.

Tujuan utamanya adalah menciptakan nilai tambah yang mampu memitigasi berbagai tantangan di sektor hukum, sosial, serta ekonomi yang tengah dihadapi Indonesia di era modern.

Salah satu fokus krusial yang diangkat penulis adalah integrasi teknologi Internet of Things (IoT) untuk mendukung efektivitas program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ajeng Salma Layla Amira menekankan perlunya lapisan regulasi yang kokoh agar pengumpulan data, termasuk aspek apostometri, tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku, yakni UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Presisi data ini bukan sekadar urusan teknis, melainkan dapat diposisikan sebagai alat bukti hukum yang kuat apabila ditemukan ketidaksesuaian standar gizi atau pelanggaran regulasi di lapangan.

Kualitas isi buku ini juga diperkuat dengan tinjauan mendalam dari Donny Kuswara, S.IP., S.Pd., MM., seorang pakar pendidikan yang menjabat sebagai salah satu kepala sekolah negeri di Jakarta, sekaligus alumni program Pemantapan Nilai Kebangsaan Lemhannas RI. Donny melakukan pembedahan karya tersebut melalui tiga lensa utama.

Pertama, dari perspektif Programme for International Student Assessment (PISA), ia menilai penulis berhasil menerapkan metode berpikir komputasional dalam memecahkan masalah kompleks melalui literasi saintifik.

Kedua, dari sudut pandang United Nations Sustainable Development Goals (SDGs), gagasan Ajeng Salma Layla Amira dinilai memiliki relevansi kuat dengan SDG 2 (Zero Hunger), SDG 4 (Quality Education), dan SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions). Terakhir, dalam konteks Ketahanan Nasional, Donny menyoroti bab terakhir buku tersebut berkaitan konsep "RETRACT" yang berelasi dengan distribusi gas bersubsidi melalui adopsi prinsip manajemen Nabi Yusuf AS. Dengan mengintegrasikan IoT untuk membenahi ketidakteraturan data, penulis menawarkan solusi nyata atas beban fiskal negara.

Secara keseluruhan, buku ini dipandang sebagai manifestasi ekonomi kerakyatan yang diperkuat oleh keadilan distribusi berbasis data digital yang presisi demi stabilitas nasional.

(KAH/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi