PDI Perjuangan Padangsidimpuan Peringati 30 Tahun Kudatuli, Teguhkan Semangat Demokrasi dan Persatuan (IAN)
Analisadaily.com, Padangsidimpuan - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Padangsidimpuan memperingati 30 tahun Peristiwa Kerusuhan 27 Juli (Kudatuli) di Kantor DPC PDI Perjuangan, Jalan Kenanga, Kota Padangsidimpuan, Senin (27/7).
Peringatan tersebut dijadikan momentum untuk memperkuat nilai-nilai demokrasi, nasionalisme, dan persatuan.
Kegiatan dihadiri jajaran pengurus DPC dan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kota Padangsidimpuan, organisasi sayap partai, akademisi, organisasi kemahasiswaan, serta perwakilan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan Pancasila oleh Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Padangsidimpuan Muhammad Fajar Dalimunthe, kemudian Mars dan Hymne PDI Perjuangan serta pembacaan Dedication of Life.
Peserta selanjutnya menyaksikan pemutaran video sejarah perjuangan PDI Perjuangan dan dokumenter Peristiwa Kudatuli sebagai refleksi atas salah satu tonggak penting perjalanan demokrasi Indonesia.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Padangsidimpuan, Taty Ariyani Tambunan, S.H., menegaskan bahwa Kudatuli bukan sekadar peristiwa politik masa lalu, melainkan bagian penting dari sejarah perjuangan demokrasi yang harus terus dikenang.
"Demokrasi yang kita rasakan hari ini merupakan hasil perjuangan panjang. Karena itu, semangat perjuangan para pendahulu harus terus dijaga dan diteruskan oleh generasi muda melalui cara-cara yang konstitusional dan bermartabat," ujar Taty.
Ia juga mengajak seluruh kader menjadikan peringatan Kudatuli sebagai momentum memperkuat persatuan, mempererat kedekatan dengan masyarakat, serta memperjuangkan kepentingan rakyat melalui kerja nyata.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sarasehan yang menghadirkan Taty Ariyani Tambunan dan akademisi Dr. Khoirudin Nasution, M.SP. Diskusi membahas sejarah Kudatuli, perkembangan demokrasi Indonesia, pentingnya menjaga konstitusi, hingga peran generasi muda dalam membangun kehidupan politik yang sehat.
Suasana reflektif juga diwarnai pembacaan puisi, doa bersama, penampilan seni, hingga prosesi penyalaan lilin sebagai simbol penghormatan kepada para pejuang demokrasi dan harapan agar semangat perjuangan tetap menyala.
Peringatan ditutup dengan orasi politik yang disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Padangsidimpuan bersama perwakilan organisasi kemahasiswaan, di antaranya Persatuan Alumni GMNI, KAMMI, IMM, dan GMNI. Para pembicara mengajak seluruh elemen bangsa menjaga demokrasi, menghormati perbedaan, memperkuat persatuan, serta meningkatkan partisipasi generasi muda dalam pembangunan.
Kegiatan turut dihadiri organisasi sayap PDI Perjuangan, yakni Relawan Perjuangan Demokrasi, Banteng Muda Indonesia, Taruna Merah Putih, Badan Saksi Pemilu Nasional, serta Presiden Mahasiswa Universitas Aufa Royhan, Presiden Mahasiswa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan, perwakilan BEM Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, dan mahasiswa Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan.
Melalui peringatan 30 tahun Kudatuli, DPC PDI Perjuangan Kota Padangsidimpuan berharap semangat perjuangan, nasionalisme, persatuan, serta komitmen terhadap demokrasi dan kepentingan rakyat terus hidup dan menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
(IAN/BR)