Hongya Dong, Tempat Viral di Chongqing Jadi Daya Tarik Wisatawan dari Kapal Pesiar

Hongya Dong, Tempat Viral di Chongqing Jadi Daya Tarik Wisatawan dari Kapal Pesiar
Hongya Dong, Tempat Viral di Chongqing yang menjadi daya tarik wisatawan dari Kapal Pesiar (Analisadaily/nirwansyah sukartara)

Analisadaily.com, Chongqing - Tak lengkap rasanya berbicara tentang panorama malam Chongqing tanpa menyebut Hongya Cave atau Hongya Dong. Saat naik kapal pesiar mengelilingi Sungai Yangtze dan Sungai Jialing, suasana pengunjung menjadi lebih heboh saat melintas di kawasan ini. Mereka mengabadikan momen di berbagai sudut dek kapal. Di Tik Tok, tempat wisata ini begitu viral.

Bangunan bertingkat yang berdiri di tebing Sungai Jialing tersebut tampak seperti istana dalam negeri dongeng. Arsitektur tradisional bergaya Diaojiaolou berpadu dengan ribuan lampu berwarna keemasan yang menyala terang. Di dalamnya terdapat restoran, toko suvenir, kafe hingga bar yang menjadi tujuan wisata favorit.

Ketika malam semakin larut, Hongya Cave berubah menjadi salah satu titik paling fotogenik di Chongqing. Pantulan cahaya bangunan di permukaan sungai menciptakan pemandangan yang nyaris sempurna.

Hongyadong adalah rumah panggung 11 lantai setinggi 75 meter (245 kaki) yang menempel pada tebing curam. Lantai 1 dan lantai 11 dapat diakses melalui dua jalan yang berbeda. Pengunjung dapat menggunakan lift ke setiap lantai di mana terdapat berbagai bar, kafe, dan restoran. Pengunjung juga dapat melihat Air Terjun Hongya yang simbolis di lantai 2, yaitu air terjun kecil yang mengalir menuruni tebing. Tempat ini dianggap sebagai salah satu dari 12 Situs Bayu. Begitu juga dengan lantai-lantai lainnya memiliki arti tersendiri. Terutama di lantai 4 yakni Jalan Budaya Tianchengxiang Bayu yang menampilkan rumah-rumah tradisional lokal.

Para wisatawan antusias mengabadikan momen dengan latar belakang Hongya Dong
Gua Hongya memiliki sejarah lebih dari 2.300 tahun. Gua ini merupakan benteng militer dari Negara Ba kuno (1046 SM - 256 SM) hingga Dinasti Ming dan Qing (1368 - 1911), dan juga merupakan lokasi dermaga tertua dan paling maju di Tiongkok kuno. Situs ini sekarang menjadi lokasi kompleks rumah panggung berskala besar yang dibangun di sepanjang tebing curam di tepi Sungai Jialing. Gua ini telah menjadi tujuan populer bagi pengunjung untuk merasakan budaya Bayu - budaya etnis Tiongkok, menikmati pemandangan sungai, dan mencicipi makanan lezat.

Saat kapal kami perlahan kembali menuju dermaga, lampu-lampu kota masih berkilauan di sepanjang tepian Sungai Yangtze dan Sungai Jialing. Malam di Chongqing seolah belum ingin berakhir.

Bagi siapa pun yang berkunjung ke kota ini, menikmati tur malam dengan kapal pesiar di dua sungai tersebut bukan hanya sebuah pilihan wisata, melainkan pengalaman yang wajib dicoba. Dari atas kapal, kalian bisa menikmati banyak objek wisata di Chongqing.

Penulis:  Nirwansyah Sukartara
Editor:  Bambang Riyanto

Baca Juga

Rekomendasi