Penguatan Literasi dan Pemulihan Psikologis Pascabencana, Dosen Unimed Laksanakan Pendampingan Digital Storytelling

Penguatan Literasi dan Pemulihan Psikologis Pascabencana, Dosen Unimed Laksanakan Pendampingan Digital Storytelling
Dosen Unimed Laksanakan Pendampingan Digital Storytelling di SMP Negeri 2 Tanjungpura (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Tanjungpura - Tim dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan (Unimed) melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang berjudul "Edukasi Bahasa melalui Digital Storytelling untuk Penguatan Literasi dan Pemulihan Psikologis Pascabencana Siswa SMP Negeri 2 Tanjung Pura" di SMP Negeri 2 Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Kamis (18/5/2026).

Program yang didanai BNPB Universitas Negeri Medan Tahun 2026 ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi peserta didik melalui pemanfaatan media digital sekaligus mendukung pemulihan psikologis siswa pascabencana melalui kegiatan bercerita yang kreatif dan partisipatif.

Tim pengabdian ini diketuai oleh Lasenna Siallagan, M.Pd., dengan anggota Armitasari, M.Pd. dan Barli Kifli, S.Pd., M.Hum. Kegiatan ini juga mengikutsertakan lima mahasiswa, yaitu Naila Nur Sabila, Jesika Lolo Karina Manik, Suci Zaharani, Fadilah Rambe, dan Ghina Arifah Nasution selama pelaksanaan kegiatan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan sambutan Kepala SMP Negeri 2 Tanjung Pura, Sutarno, S.Pd., M.Si. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi pelaksanaan PKM yang dinilai memberikan kontribusi terhadap penguatan literasi dan pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada Universitas Negeri Medan telah memilihh SMP Negeri 2 Tanjung Pura sebagai mitra pelaksanaan program ini. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut karena memberikan wawasan yang baru dan bermanfaat bagi siswa," ujarnya.

Selanjutnya, Ketua Tim PKM, Lasenna Siallagan, M.Pd., menyampaikan bahwa digital storytelling merupakan salah satu keterampilan yang relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21. Melalui media tersebut, peserta didik dilatih untuk mengembangkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis secara terpadu, sekaligus meningkatkan literasi digital dan kreativitas.

"Selain memperkuat kemampuan berbahasa, digital storytelling juga menjadi media bagi siswa untuk mengekspresikan pengalaman, membangun rasa percaya diri, serta memperkuat ketahanan psikologis melalui aktivitas bercerita," katanya.

Pada sesi materi, narasumber Yuliana Sari, M.Pd. memaparkan empat pilar digital literasi, yaitu digital skills, digital culture, digital ethics, dan digital safety. Penjelasan kemudian dilanjutkan dengan konsep, manfaat, dan tahapan penyusunan digital storytelling. Materi ini meliputi teknik menentukan tema, menyusun alur cerita, menulis naskah, memilih media pendukung, hingga mengintegrasikan unsur gambar, audio, dan video menjadi sebuah cerita digital yang komunikatif.

Usai penyampaian materi, peserta mengikuti praktik penggunaan media digital untuk menyusun cerita bertema bencana alam. Dalam sesi ini, siswa dibimbing secara langsung oleh tim dosen dan mahasiswa untuk membuat naskah, merekam narasi, mengolah gambar, serta menyunting video digital storytelling menggunakan aplikasi yang mudah diakses.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Siswa aktif berdiskusi, berkolaborasi dalam kelompok, serta mempresentasikan hasil video digital storytelling yang telah mereka buat. Kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan keterampilan literasi, tetapi juga mendorong kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas.

Sebagai penutup, Ketua Tim PKM didampingi perwakilan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Medan, Indah Pratiwi, S.Pd., menyerahkan cendera mata kepada pihak SMP Negeri 2 Tanjung Pura. Acara kemudian dilanjutkan dengan foto bersama dan sambutan penutup dari perwakilan sekolah.

Melalui program ini diharapkan digital storytelling dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang inovatif dalam meningkatkan literasi peserta didik sekaligus mendukung pemulihan psikologis siswa pascabencana. Kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara Universitas Negeri Medan dan sekolah dalam menghadirkan program pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan.

(NS/BR)

Baca Juga

Rekomendasi