Belajar dari Tiongkok Mengelola Sampah Menjadi Energi Listrik

Belajar dari Tiongkok Mengelola Sampah Menjadi Energi Listrik
Tempat penyimpanan sampah di Pabrik Sampah yang ada di Chongqing, Tiongkok yakni Sanfeng Environment (Analisadaily/nirwansyah sukartara)

Analisadaily.com, Chongqing - Dari balik kaca terlihat mesin capit baja bergerak perlahan menyusuri tumpukan sampah rumah tangga yang menggunung di tempat penyimpanan sampah. Dalam sekali angkat, mesin itu mampu memindahkan hingga 15 ton sampah menuju mesin pembakaran.

Pemandangan tersebut menjadi pengalaman pertama yang disaksikan rombongan jurnalis dari Sumatera yang dibawa Konsulat Jenderal Tiongkok di Medan saat berkunjung ke fasilitas pengolahan sampah milik Sanfeng Environment Group Corp., Ltd. di Chongqing, China, Selasa (23/6/2026).

Dari ruang observasi, terlihat jelas bagaimana sampah yang sebelumnya diturunkan oleh truk-truk pengangkut dari berbagai penjuru kota Chongqing dikumpulkan dalam ruang penyimpanan berkapasitas 30.000 ton sebelum diproses menjadi energi listrik.

Mesin pencapit itu bekerja tanpa henti. Sampah yang telah tercampur di dalam bunker penyimpanan diangkat lalu dimasukkan ke dalam jalur pembakaran.

Seluruh proses berlangsung otomatis dan terkontrol dengan teknologi digital.

Pabrik sampah jadi energi listrik milik Sanfeng Environment
Menariknya, meskipun ribuan ton sampah tersimpan di dalam fasilitas tersebut, aroma menyengat yang biasanya identik dengan tempat pembuangan sampah hampir tidak tercium sama sekali. Sistem bangunan tertutup dan teknologi pengendalian udara membuat lingkungan tetap nyaman.

"Kami menerima sekitar 3.000 ton sampah rumah tangga setiap hari," ujar perwakilan Sanfeng Environment.

Fasilitas ini memiliki 16 pintu pembongkaran sampah yang menjadi titik masuk truk-truk pengangkut. Setiap harinya truk-truk itu datang membawa sampah rumah tangga dari wilayah Chongqing.

Apa yang dilakukan Sanfeng Environment menunjukkan bagaimana sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan sumber energi yang bernilai ekonomi.

"Hingga saat ini, perusahaan kami telah menginvestasikan 56 proyek pembangkit listrik tenaga sampah di dalam negeri dengan kapasitas pengolahan sampah rumah tangga sekitar 60.900 ton per hari," sebutnya.

Proses monitoring pembakaran sampah jadi energi listrik di Sanfeng Environment
Setelah masuk ke ruang pembakaran, sampah dibakar pada suhu sekitar 850 derajat Celsius. Panas yang dihasilkan kemudian dimanfaatkan untuk memanaskan boiler dan menghasilkan uap bertekanan tinggi. Uap inilah yang menggerakkan turbin pembangkit listrik.

Gas hasil pembakaran tidak langsung dilepaskan ke udara. Sebaliknya, gas tersebut terlebih dahulu melalui proses pemurnian dan penyaringan dengan teknologi pengolahan emisi yang ketat sehingga memenuhi standar lingkungan yang tinggi.

Sementara itu, residu dan hasil sampingan proses pengolahan juga dimanfaatkan. Air hasil pengolahan, misalnya, digunakan kembali untuk kebutuhan operasional dan penyiraman tanaman di kawasan fasilitas.

Dari dari pabrik mereka, dari 3.000 ton sampah maka bisa menghasilkan listrik 90 megawatt. Dan jumlah ini telah memenuhi listrik di Chongqing.

Fasilitas yang dikunjungi para jurnalis merupakan Pusat Lingkungan Hidup Yulin Sanfeng Environment, salah satu proyek unggulan Sanfeng Environment Group yang mulai beroperasi pada Desember 2020 dan diresmikan pada 2021.

Sanfeng Environment Group bukanlah pemain baru dalam industri ini. Perusahaan kini menjadi salah satu pemimpin industri pengolahan sampah menjadi energi di China.

Suasana pabrik pengelolaan sampah jadi energi listrik di Sanfeng Environment yang begitu bersih dan tidak berbau
Dia menyampaikan teknologi dan peralatan Sanfeng Environment telah diterapkan pada 433 jalur insinerasi di 268 proyek pembangkit listrik dari sampah di 12 negara di dunia, termasuk Tiongkok, Amerika Serikat, India, Ethiopia, Thailand, Vietnam dan lainnya dengan kapasitas pemrosesan sampah rumah tangga harian lebih dari 240 ribu ton.

"Perusahaan kami memulai langkahnya pada tahun 1998. Kami bergerak di bidang pengolahan sampah dan teknologi pembakaran untuk listrik," jelasnya.

Dengan pangsa pasar memimpin di industri, Sanfeng Environment menjadi perusahaan ke-200 dalam reformasi BUMN yang ditetapkan oleh Dewan Negara China serta masuk dalam daftar 500 Besar Perusahaan Energi Baru Global.

"Tahun 2000, perusahaan menjadi pioner di China dengan memperkenalkan teknologi pembangkit listrik tenaga sampah SITY2000 dari Martin GmbH Jerman," ungkap di hadapan Tim Media Sumatera.

Sanfeng Environment merupakan perusahaan publik yang dikendalikan oleh negara (perusahaan BUMN dengan kepemilikan saham mayoritas).

Perusahaan PSEL ini mempunyai pemegang saham utama antara lain Chongqing Water Environment Grou, CITIC Environment Investment Group, China Cinda Asset, dan lainnya.

Salah satu proyek unggulan perusahaan tersebut adalah Pusat Lingkungan Hidup Yulin di Chongqing, yang selesai dibangun dan diresmikan pada tahun 2021.

Lokasi tersebut mengadopsi model operasi pembangkit listrik cerdas dengan sistem kontrol yang membuat operasi lebih aman dan efisiensi.

Fasilitas ini dilengkapi dengan teknologi canggih seperti boiler panas sisa dengan teknologi pelapisan logam Inconel yang memperpanjang umur pakai peralatan, serta teknologi pemrosesan gas buang kombinasi terbaru yang menghasilkan emisi gas buang di bawah satu persepuluh standar Uni Eropa 2010.

Sanfeng Environment memiliki sistem kontrol cerdas derek sampah mengadopsi teknologi lidar, pemindaian 3D, dan Internet of Things industri untuk mewujudkan penjadwalan cerdas dan pengoperasian otomatis.

Atas kontribusinya terhadap perlindungan lingkungan di China, Sanfeng Environment juga dinobatkan sebagai 10 Besar Perusahaan Berpengaruh di Industri Limbah Padat China dan 50 Besar Perusahaan Lingkungan Hidup China.

Penulis:  Nirwansyah Sukartara
Editor:  Bambang Riyanto

Baca Juga

Rekomendasi