Dr. Wahyu Ario Pratomo, Dr. Ir. Zikri Noer, Yola Anggia, S.E., M.Ec., bersama empat orang mahasiswa membawa mesin tersebut ke Desa Tanjung Pasir untuk diserahkan kepada Kelompok Tani Hutan Maju Bersama Trigona (Analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com, Langkat-Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU) kembali melaksanakan kegiatan pengabdian di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program pengembangan budidaya lebah kelulut yang telah dilaksanakan sejak tahun 2024 bersama Kelompok Tani Hutan Maju Bersama Trigona.
Tim pengabdian diketuai Dr Wahyu Ario Pratomo, SE, MEc, dengan anggota Dr. Yasmin Chairunisa Muchtar, SP, MBA, Dr Ir Zikri Noer, SSi, MSi, dan Yola Anggia, SE, MEc, serta melibatkan mahasiswa Universitas Sumatera Utara.
Budidaya lebah kelulut menjadi salah satu usaha yang terus dikembangkan masyarakat Desa Tanjung Pasir.
Seiring bertambahnya jumlah koloni, aktivitas panen madu juga semakin meningkat.
Namun, peternak masih menghadapi kendala karena alat pemanen madu yang digunakan selama ini masih sederhana dan belum mampu mendukung proses panen secara optimal.
Alat penyedot yang digunakan sebelumnya belum memiliki sistem penyedotan dan penyaringan yang memadai.
Pada saat panen, kotoran maupun serpihan sarang dapat ikut terbawa bersama madu, sehingga hasil panen masih harus disaring kembali secara manual.
Kondisi tersebut membuat proses panen membutuhkan waktu lebih lama dan kebersihan madu belum dapat dijaga secara optimal.
Melihat kondisi tersebut, tim pengabdian USU kemudian merancang mesin penyedot madu yang lebih sesuai dengan kebutuhan peternak lebah kelulut.
Mesin tersebut dilengkapi dengan sistem penyedotan yang lebih baik serta filter terintegrasi, sehingga madu yang diambil dari sarang dapat langsung melalui proses penyaringan sebelum masuk ke wadah penampung. Dengan sistem ini, proses panen diharapkan menjadi lebih praktis, cepat, bersih, dan higienis.
Dr. Wahyu Ario Pratomo, Dr. Ir. Zikri Noer, Yola Anggia, S.E., M.Ec., bersama empat orang mahasiswa membawa mesin tersebut ke Desa Tanjung Pasir untuk diserahkan kepada Kelompok Tani Hutan Maju Bersama Trigona, Sabtu (15/8).
Mesin terlebih dahulu diuji coba secara langsung pada sarang lebah milik peternak.
Dalam kegiatan tersebut, tim juga memperkenalkan cara kerja mesin serta memberikan penjelasan mengenai penggunaan dan perawatannya agar dapat dimanfaatkan secara mandiri oleh kelompok peternak.
Selain membantu proses panen, tim USU juga mendukung pengembangan jumlah koloni lebah.
Keterampilan pemecahan koloni telah dimiliki peternak sejak mendapatkan pelatihan pada program pengabdian tahun 2024.
Melalui teknik tersebut, peternak dapat memperbanyak koloni secara mandiri tanpa harus terus membeli sarang lebah dari hutan dengan harga yang cukup mahal.
Perkembangan budidaya terlihat dari bertambahnya jumlah rumah atau lot lebah milik kelompok.
Pada awal program, peternak memiliki sekitar 20 lot, sedangkan saat ini jumlahnya telah berkembang menjadi kurang lebih 40 lot.
Beberapa koloni juga telah memiliki telur dan siap untuk dilakukan pemecahan menjadi koloni baru. Untuk mendukung perkembangan tersebut, tim pengabdian USU memberikan tambahan lot baru kepada kelompok peternak. Sebagian lot telah digunakan untuk pemecahan koloni dan menunjukkan perkembangan yang baik, sementara lot lainnya disiapkan untuk menampung koloni baru secara bertahap.
Melalui teknologi panen yang lebih baik serta dukungan pengembangan koloni, budidaya lebah kelulut di Desa Tanjung Pasir diharapkan dapat terus berkembang.
Proses panen menjadi lebih mudah dan bersih, sementara bertambahnya jumlah koloni membuka peluang peningkatan produksi madu dan pendapatan kelompok peternak.
(ARU/NAI)











