Cegah Candu Gawai pada Anak Usia Dini, Tim Mahasiswa USU Kembangkan Modul 'KINDERGEIST'

Cegah Candu Gawai pada Anak Usia Dini, Tim Mahasiswa USU Kembangkan Modul 'KINDERGEIST'
Cegah Candu Gawai pada Anak Usia Dini, Tim Mahasiswa USU Kembangkan Modul 'KINDERGEIST' (Analisadaily/Ist)

Analisadaily.com, Medan – Maraknya penggunaan gawai (gadget) pada anak usia dini menjadi tantangan serius bagi tumbuh kembang anak di era digital.

Menanggapi fenomena tersebut, sekelompok mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) yang tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang penelitian Sosial-Humaniora (PKM-RSH) yang diselenggarakan oleh Kemdiktisaintek RI pada tahun 2026 mengembangkan model intervensi berbasis keluarga bertajuk “KinderGeist”.

Tim penelitian ini diketuai Yusria Amaliah bersama tiga anggotanya, Rizky Mardiansyah, Khairi Azmi, dan An Nisa Dwi Syah Putri, di bawah bimbingan dosen pendamping Dina Nazriani, S.Psi., M.A.

Penelitian bertajuk "Pengembangan Modul KinderGeist: Model Intervensi Keluarga untuk Mendukung Perkembangan Kognitif Anak guna Mencegah Dampak Negatif Penggunaan Gawai di Kota Medan" ini dirancang untuk menekan tingkat kecanduan gawai dan agresivitas anak, sekaligus mengoptimalkan perkembangan kemampuan kognitif anak usia 2 hingga 7 tahun.

Penelitian yang sedang berlangsung selama empat bulan (Juni–September 2026) ini melibatkan keluarga di Kota Medan yang memiliki anak pada rentang usia tersebut. Selain menguji daya guna Modul KinderGeist terhadap perkembangan kognitif dan perilaku anak, penelitian ini juga bertujuan merumuskan rekomendasi pola asuh bijak teknologi (digital parenting) yang aplikatif bagi masyarakat luas.

Melalui inovasi ini, Tim Mahasiswa USU berharap Modul KinderGeist dapat menjadi acuan baru dalam penerapan pola asuh di rumah tangga, sehingga anak-anak dapat tumbuh dengan kemampuan kognitif yang optimal tanpa terganggu oleh ketergantungan gawai.

(MC/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi