Dosen USU Kembangkan Yogurt Durian Medan, Olah Buah Lokal Jadi Produk Bernilai Tambah (Analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com - Medan – Buah durian dengan kondisi terlalu matang atau mengalami cacat fisik ringan kerap memiliki nilai jual yang lebih rendah meskipun masih dapat dimanfaatkan. Kondisi tersebut mendorong sekelompok dosen Universitas Sumatera Utara (USU) mengembangkan inovasi pengolahan durian menjadi produk fermentasi berupa Yogurt Durian Medan.
Program tersebut bertujuan memberikan alternatif pemanfaatan buah durian yang kurang terserap pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, serta untuk memberikan solusi nyata terhadap pemanfaatan hasil panen durian di Sumatera Utara agar memiliki nilai ekonomi yang lebih maksimal.
Diketahui bahwa produksi durian di provinsi ini mencapai 89.004 ton per tahun. Namun, buah durian yang terlalu matang atau mengalami cacat fisik ringan seringkali tidak terserap pasar. Akibatnya, durian tersebut terpaksa dijual dengan harga sangat murah atau bahkan berakhir menjadi limbah yang merugikan petani dan pelaku usaha kecil.
Melalui pengolahan menjadi produk fermentasi, durian yang sebelumnya memiliki keterbatasan untuk dipasarkan dalam bentuk segar dapat dikembangkan menjadi produk pangan dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Melihat tingginya kandungan karbohidrat pada durian yang mencapai 70,1%, daging buah durian sangat berpotensi untuk dijadikan substrat dalam proses fermentasi.
Melalui riset yang telah didanai oleh skema Pengabdian Kepada Masyarakat, tim pengabdian ini memperkenalkan inovasi pengolahan Yogurt Durian Medan. Di mana proses pembuatan Yogurt Durian Medan ini melalui beberapa tahapan pengolahan yang memperhatikan aspek kebersihan dan keamanan pangan, mulai dari persiapan peralatan dan bahan, pengolahan daging durian, hingga proses fermentasi menggunakan bakteri asam laktat (BAL). Produk tersebut dikembangkan tanpa penambahan pengawet, pengental, maupun perisa sintetis.
“Inovasi Yogurt Durian Medan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan nilai tambah hasil panen lokal. Durian dengan kondisi cacat fisik ringan yang tadinya sulit dijual segar dengan harga normal, ternyata bisa dimanfaatkan dengan sangat baik menjadi bahan baku produk olahan bernilai ekonomi,” ujar Ayuni Yustira , S.T., M.T saat memaparkan materinya di hadapan para warga.
Menurut Ayuni, Yogurt Durian Medan memiliki keunggulan kompetitif di pasar karena mempertahankan rasa otentik durian lokal dan diproduksi tanpa menggunakan pengawet, pengental, maupun perisa sintetis. Berdasarkan hasil uji sensoris kepada konsumen, Yogurt Durian Medan mendapatkan tingkat penerimaan yang sangat baik, dengan cita rasa manis dan asam yang pas serta aroma otentik durian lokal. Ditambah lagi, pemanfaatan bahan baku lokal menjadi produk olahan juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis potensi daerah.
Selain memaparkan inovasi produk yogurt durian, tim pengabdian masyarakat juga memberikan pelatihan konsep dasar kewirausahaan. Warga diajak untuk membangun lima pola pikir wirausaha: jeli melihat peluang, berani mengambil risiko yang terukur, inovatif, gigih, dan mau terus belajar.
Program pengabdian ini sejalan dengan komitmen pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mendorong pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (SDGs 8), konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (SDGs 12), serta menjaga ekosistem darat (SDGs 15).
Kehadiran inovasi ini diharapkan mampu membuka kerja sama mitra, menciptakan lapangan kerja baru di sekitar sentra durian, sekaligus mengurangi dampak lingkungan.
Melalui kegiatan tersebut, tim berharap inovasi Yogurt Durian Medan dapat menjadi salah satu contoh pemanfaatan potensi pangan lokal sekaligus membuka peluang pengembangan usaha bagi masyarakat.
“Peluang usaha sesungguhnya ada di sekitar kita, berawal dari langkah sederhana memaksimalkan nilai tambah buah lokal yang kurang terserap pasar. Kami berharap melalui sosialisasi ini, masyarakat berani memulai usaha rintisan, mulai dari mengurus administrasi CV/PT, memperluas pemasaran online, hingga kelak mendapatkan izin edar BPOM dan sertifikasi halal MUI,” pungkasnya.











