Waspada Penipuan Pembuatan IKD Online, Pelaku Bobol Rekening

Waspada Penipuan Pembuatan IKD Online, Pelaku Bobol Rekening
Waspada Penipuan Pembuatan IKD Online, Pelaku Bobol Rekening (analisadaily/istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Waspada penipuan scammer (hacker) dengan modus membantu membuatkan identikas kependudukan digital (IKD) secara online. Soalnya, pelaku dengan kelihaiannya berhasil membobol rekening bank yang ada di handphone.

Salah seorang korban, Zul (50) warga Medan Amplas, menjadi korban penipuan tersebut. Pelaku berhasil menggasak ludes dana di rekening BRI milik Zul senilai Rp1,1 juta.
Menurut pengakuan Zul, awalnya salah seorang pelaku tercatat di nomor Hp 0823 1516 3067 (2) bernama “Husen Kurniawan”. Dia menyampaikan informasi undangan kepada Zul agar datang ke Kecamatan Medan Amplas untuk mendapatkan sosialisasi tentang manfaat IKD pada tanggal 9 atau 10 November 2026 sekira pukul 09.00 hingga 16.00 WIB.
Husen kemudian menanyakan apakah sudah ada membuat IKD. Karena belum ada, Zul mengaku terus terang belum. Husen mengatakan dia siap membantu. Akan ada temannya, yang menghubungi untuk memproses pembuatan IKD secara online.
Tidak lama, kata Zul, pelaku kedua tertera nama di nomor kontak, Reza Faturahman dengan nomor 0831 4388 6400 (3). Dia menuntun pembuatan IKD secara online melalui video call WatsApp dan bagikan layar.
Akhirnya, masuk ke ‘aplikasi IKD’. Namun aplikasi tersebut terkesan lambat (lemot) ketika di download. Dia menawarkan untuk meminjam Hp rekan untuk mensinkronkan data secara cepat sembari menunggu proses download selesai. Zul meminta meminta tolong ke rekannya, Yo, agar meminjamkan Hp untuk percepatan proses. Akhirnya, dua Hp dipakai sekaligus.
Proses selanjutnya, pelaku mengatakan sudah hampir selesai. Dia meminta foto KPT, sidik jari dan scan wajah untuk IKD. “Tinggal proses terakhir Pak, perlu tandatangan digital di atas materai. Hanya saja, perlu pembayaran materainya sekria Rp10 ribu. Pembayarannya melalui autodebet atau terpotong otomatis di rekening,” jelas Faturahman.
Di sini, Zul dan rekannya, Yo, mulai curiga. Kenapa mesti autodebet. “Kirimkan nomor rekening, biar kami kirim. Mengapa mesti autdebet,” tegas Yo menimpali.
Merasa curiga, akhirnya Zul menyuruh agar rekannya segera mematikan Hp saat itu juga. Sementara, Hp Zul dalam keadaan heng. Tidak bisa difungsikan sama sekali.
“Karena Hp heng, saya tak bisa memeriksa rekening bank di dalam Hp. Setelah pulang, saya memperbaiki Hp di konter agar mengganti tombol on off,” jelas Zul lagi.
Setelah Hp diperbaiki, ternyata di email ada masuk bahwa rekening BRIMO Zul sudah ada mutasi senilai Rp1,1 juta ke rekening bank KEB HANA dengan nomor penerima 1062 4932 600 atas nama IQBAL. Transfer tercatat 15:57:03 WIB.
“Saya akan membuat laporan ke polisi dan berharap bisa membongkar sindikat ini. Pelaku dinilai canggih, karena tanpa menyebutkan rekening atau pasword, mereka bisa membobol rekening kita,” tambah Zul lagi.

(NAI/NAI)

Baca Juga

Rekomendasi