Sinergi Diktisaintek Berdampak

UDI dan FCoEE-MAIPs Malaysia Hadirkan Solusi Multisektoral Pascabencana Aceh

UDI dan FCoEE-MAIPs Malaysia Hadirkan Solusi Multisektoral Pascabencana Aceh
Rektor UDI, Prof. Adjunct Dr. Marniati, M.Kes, memberikan bantuan kepada korban bencana Aceh. (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Menjawab tantangan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terkait pencapaian perguruan tinggi yang berdampak nyata bagi masyarakat,
Universitas Detron Indonesia (UDI) menorehkan capaian strategis di kancah internasional.

Melalui kolaborasi lintas negara bersama Faizuddin Centre of Educational Excellence(FCoEE) di bawah naungan Majlis Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu Perlis (MAIPs), Malaysia, UDI sukses mengimplementasikan program pemulihan pascabencana yang terintegrasi di Aceh untuk periode 2025–2026.

Program bertajuk "Sinergi Internasional UDI dan FCoEE MAIPs Malaysia dalam Pemulihan
Pascabanjir Aceh" ini didesain sebagai respons konkret atas bencana banjir bandang ekstrem
akibat anomali iklim yang melumpuhkan berbagai sektor di Aceh pada tahun 2025.

Tidak sekadar bersifat karitatif, kerja sama serumpun bernilai total Rp325.000.000,- ini menyasar tiga aspek krusial sekaligus: rehabilitasi psikososial dan pendidikan, layanan kesehatan
publik kontinjensi, serta rekonstruksi ekonomi komunitas berbasis UMKM.

Rektor UDI, Prof. Adjunct Dr. Marniati, M.Kes, menegaskan bahwa program internasional ini merupakan pengejawantahan dari keputusan Kepmen diktisaintek Nomor 361/M/KEP/2025 mengenai Indikator Dampak Perguruan Tinggi.

"Kami bergerak cepat melalui pendekatan berbasis data ilmiah (need assessment) yang kemudian disinergikan dengan kapabilitas pendanaan hibah internasional FCoEE-MAIPs. Ini adalah bukti nyata bahwa perguruan tinggi swasta mampu menjadi dirigen perubahan global yang berakar kuat pada penyelesaian masalah lokal," ujarnya.

"Secara tata kelola, program ini menunjukkan akuntabilitas tinggi melalui skema pendanaan
bersama (co-sharing). FCoEE-MAIPs Malaysia memberikan kontribusi hibah internasional sebesar Rp250.000.000,-, sementara UDI mengucurkan dana pendamping internal sebesar Rp75.000.000,-.
Sinergi multisektoral ini digerakkan secara simultan oleh tiga fakultas utama di UDI," ucapnya.

Fakultas Sosial Sains dan Hukum berada di garda depan dalam menangani pemulihan mental
anak-anak melalui pendistribusian 300 paket Kid's Trauma Healing Kit spiritual-edukatif.

Keberhasilan paling mencolok dari klaster ini adalah pengalihan taktis anggaran yang sukses merealisasikan 10 unit Tenda Sekolah Darurat komprehensif di zona aman banjir, yang mengamankan hak belajar lebih dari 1.000 siswa sekolah dasar.

Untuk menjamin keberlanjutan infrastruktur, Fakultas Sosial Sains dan Hukum UDI juga membangun panggung semen/pelindung banjir di 3 titik lokasi krusial sekolah darurat.

Di sisi lain, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UDI mengambil peran vital dalam menyelenggarakan posko kesehatan primer, mendistribusikan obat-obatan, serta melatih 50 guru lokal dalam Psychological First Aid (PFA).

Sementara itu, pemulihan ekonomi jangka panjang dikawal oleh Fakultas Teknologi dan Bisnis melalui penyaluran modal usaha mandiri bersumber dari dana umat MAIPs kepada 20 UMKM terdampak, yang diperkuat dengan workshop manajemen keuangan darurat dan strategi pemasaran digital.

Bagi UDI, program ini tidak hanya membawa dampak eksternal yang masif bagi masyarakat Aceh, melainkan juga mendongkrak capaian indikator kinerja internal kampus secara signifikan.

Program KKN Tematik Internasional yang melibatkan mobilisasi mahasiswa dan
kepakaran dosen lintas ilmu ini berkontribusi langsung pada pencapaian IKU 7 (Pengabdian
Masyarakat & Riset/SDGs), IKU 4 (Rekognisi Dosen di Masyarakat), dan IKU Partisipatif
(Reputasi Internasional).

Melalui mekanisme monitoring hibrida bulanan dan rencana keberlanjutan yang matang,
seluruh infrastruktur sekolah darurat dan modul kurikulum kini telah diserahterimakan kepada perangkat desa dan dinas setempat pada pertengahan tahun 2026.

Keberhasilan kemitraan bilateral UDI dan FCoEE-MAIPs Malaysia ini menjadi standar baru bagi ekosistem diktisaintek dalam merancang kerja sama internasional yang tidak hanya prestisius di atas kertas, tetapi membekas dan berdampak nyata di tengah masyarakat.

(REL/WITA)

Baca Juga

Rekomendasi