Pria Lajang Diduga Hamili Anak di Bawah Umur (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Sidikalang - Satuan Reserse dan Kriminal Polres Dairi menahan seorang pria beralamat di Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Rabu (15/7). Tersangka berinisial BS (26).
Penahanan terkait dugaan asusila terhadap anak di bawah umur, Ani (nama samaran). Peristiwanya Desember 2025.
Demikian disampaikan Kasie Humas Polres Dairi, AKP Syahril Ramadhan.
Diterangkan, korban berusia 15 tahun tersebut merupakan pelajar. Kondisinya hamil 6 bulan. Posisi rumah tersangka dan korban bertetangga. Bahkan, tersangka dan korban diketahui satu marga.
“Usia kandungan saat ini sudah 6 bulan. Tersangka dan korban satu marga dalam budaya Batak,” kata Syahril.
Diterangkan, peristiwa tersebut bermula saat ibu korban meminta tolong kepada BS untuk menjemput putrinya dari tempat bermain.
Pasalnya, hingga jelang malam, Ani belum pulang dari rumah temannya. Permintaan itu dipenuhi tersangka. BS menjemput naik sepeda motor. Sesudahnya, BS membawa Ani berkeliling desa. Kala itu, timbul niat buruk pria berstatus lajang tersebut.
Tersangka dan korban pun berhenti di salah satu ladang kopi. Di sana, korban berdalih ingin buang air kecil sementara korban menunggu di atas sepeda motor.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Syahril, usai buang air kecil, tersangka langsung memeluk korban dari arah belakang. Korban sempat melawan. Namun karena kalah kekuatan. Perempuan ini tak berdaya terhadap apa yang terjadi.
“Tersangka memeluk korban dari arah belakang dan melampiaskan nafsunya. Korban tidak sanggup melawan,” kata Syahril.
Perbuatan jahat itu segera sampai ke telinga ibu kandung. Seterusnya, membuat pengaduan diikuti proses pemeriksaan.
Info diterima wartawan dari warga, tersangka dan korban bukan bertetangga. BS tinggal di rumah orang tuanya di Dusun 3 dan Ani berdomisili di Dusun 2.
“Sebagai penduduk yang tinggal di satu desa apalagi semarga, hampis pasti orang tua keduanya saling kenal,” kata warga setempat.
Sehari-hari, BS bekerja sebagai sopir di toko panglong. Urusannya, antar jemput bahan bangunan. Selama ini, perangainya lumayan baik. Tidak pernah bikin gaduh di kampung.
“Makanya, peristiwa itu mengejutkan. Diketahui setelah ibu korban bikin pengaduan ke polisi,” kata warga.
(SSR/RZD)