Bupati Dairi Upayakan Beasiswa Calon Mahasiswa Keluarga Tidak Mampu (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Sidikalang - Bupati Kabupaten Dairi, Vickner Sinaga mengatakan, menaruh atensi khusus kepada calon mahasiswa dinyatakan diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) namun lemah dari sisi keuangan.
“Saya lebih memperhatikan anak-anak dinyatakan lolos masuk PTN dari keluarga ekonomi lemah. Kasihan kalau tidak lanjut,” tandas Vickner didampingi Sekda Charles Bantjin dan Kadis Kominfo, Desi Sianturi di Sidikalang, Sabtu (6/6).
“Saya tidak mau menggaransi pasti membantu. Tidak menggaransi. Itu terlalu maju. Tetapi harus berusaha,” tandas Vickner.
Dijelaskan, ia bergabung bersama sejumlah intelektual asal Kabupaten Dairi dalam wadah Yayasan Dairi Saroha (Yadas). Ratusan mahasiswa sudah disentuh lewat organisasi sosial tersebut.
Vickner menyebut, melakukan pendekatan kepada tokoh komunitas. Hasilnya, 33 orang akan dibantu oleh Sabam Sinaga anggota komisi 10 DPR RI.
“Sabam Sinaga bukan daerah pemilihan Kabupaten Dairi. Namun mengingat punya hubungan kekerabatan dari sisi marga masih dekat, pintu hatinya diketuk. Komunikasi mudah dijalin mengingat legislator ini seorang rohaniawan,” kata Vickner.
Selain mendorong generasi muda melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP), Vickner menyebut, akan mencari sumber pembiayaan lain.
“Kita akan cari donatur,” kata Vickner.
Kalau orang tuanya PNS atau pengusaha, mohon maklumlah. Jangan terlalu menuntut macam-macam. Calon mahasiswa dari keluarga sulit ekonomi prioritas ditolong.
Ia mengaku bangga melihat capaian siswa SMA dan SMK menembus gerbang PTN.
“Luar biasa semangat anak bangsa untuk kuliah. SMAN 1 itu, hebat. Bukan lantaran saya alumni dari sana,” kata Vickner.
Ditandaskan, tidak akan melepas tanggung jawab terhadap kesinambungan pendidikan menengah. Kendati SMA/SMK bukan kewenangan Bupati, namun sentuhan pembangunan mesti dilakukan.
“Mereka adalah warga Kabupaten Dairi. Rakyat kita,” kata Vickner.
Mantan Direktur PT PLN wilayah Kalimantan Utara ini menerangkan, menjalin komunikasi dengan pemilik bimbingan belajar level nasional agar menularkan penhgetahuan ke sekolah di daerah ini.
“Walau disebut banyak lulus ke PTN, kan banyak juga tidak menang. Nah itu mesti diatensi,” kata Vickner.
(SSR/RZD)