Dugaan Kebocoran Gas Pipa Tanam di Balik Ledakan Grand Polonia: 1 Korban Jiwa Dievakuasi, 2 Masih Tertimbun

Dugaan Kebocoran Gas Pipa Tanam di Balik Ledakan Grand Polonia: 1 Korban Jiwa Dievakuasi, 2 Masih Tertimbun
Dugaan Kebocoran Gas Pipa Tanam di Balik Ledakan Grand Polonia: 1 Korban Jiwa Dievakuasi, 2 Masih Tertimbun (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Tabir penyebab ledakan dahsyat di Kompleks Perumahan Elit Grand Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, yang terjadi pada Senin (20/7) sore pukul 15.30 WIB, akhirnya mulai terungkap. Kepolisian menduga kuat insiden mematikan tersebut dipicu oleh kebocoran pada sistem pipa gas bawah tanah (pipa tanam).

Akibat ledakan hebat tersebut, rumah bernomor 3B hancur total hingga merata dengan tanah, sementara 6 hingga 7 rumah di sekitarnya ikut terdampak akibat hantaman gelombang kejut dan serpihan kaca.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Jean Calvijn Simanjuntak, mengonfirmasi dugaan awal penyebab kehancuran rumah mewah tersebut setelah timnya menerjunkan alat pendeteksi ke pusat ledakan.

"Terjadi ledakan di Perumahan Grand Polonia yang disebabkan dari hasil investigasi awal adanya kebocoran dari pipa gas tanam atau pipa gas bawah tanah. Tadi kami sudah masuk dengan menggunakan alat pendeteksi gas, dan memang terdeteksi di situ," ujar Kombes Pol. Jean Calvijn Simanjuntak di lokasi kejadian.

Memasuki Selasa (21/7) pagi, Tim SAR Gabungan terus berpacu dengan waktu menyisir puing-puing bangunan. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Medan, Hery Marantika, mengungkapkan bahwa pihaknya berhasil mengeluarkan satu korban tewas dari balik reruntuhan pada Selasa dini hari.

"Betul, jadi pukul 02.20 WIB dini hari tadi malam, kita temukan satu orang korban jenis kelamin perempuan. Sudah kita evakuasi dan diserahkan ke pihak keluarga," ungkap Hery.

Berdasarkan data pembaruan di lapangan, terdapat 6 orang penghuni dan pekerja yang berada di dalam rumah saat tragedi terjadi 3 selamat termasuk seorang balita berusia 2 tahun bernama Jeavelin (saat ini menjalani perawatan intensif di rumah sakit), Hasan (sopir), dan seorang kurir.

1 meninggal dunia sorang wanita yang berhasil dievakuasi pukul 02.20 WIB dan 2 masih tertimbun penghuni rumah yang hingga kini masih terjebak di bawah material reruntuhan.

Untuk mempercepat proses pencarian dua korban yang tersisa, Pemko Medan telah menurunkan sejumlah alat berat ke area terdampak. Operasi Urban Search and Rescue (USAR) ini juga memanfaatkan drone thermal untuk mengidentifikasi titik keberadaan korban di balik tebalnya material beton.

Kendati demikian, petugas ekstra hati-hati dalam membongkar puing-puing mengingat kondisi struktur bangunan yang masih sangat labil dan berpotensi bergeser.

"Tinggal dua korban lagi. Pagi hari ini akan kita upayakan lagi pencarian. Kami mengoptimalkan penggunaan peralatan USAR, termasuk drone thermal dan peralatan ekstrikasi. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas mengingat kondisi struktur bangunan yang masih berpotensi mengalami pergeseran," pungkas Hery.

Operasi SAR berskala besar ini terus bergulir dengan melibatkan sinergi dari Basarnas Medan, Brimob Polda Sumut, Dit Samapta Polda Sumut, TNI AU, Dinas PU Kota Medan, hingga Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan.

(JW/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi