Program PMP 2026, Dosen ST Bhinneka Perkuat Ketahanan Pangan dan Nafkah Berkelanjutan PKK Rampah Estate

Program PMP 2026, Dosen ST Bhinneka Perkuat Ketahanan Pangan dan Nafkah Berkelanjutan PKK Rampah Estate
Dosen ST Bhinneka saat melaksanakan Program PMP 2026 (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Serdang Bedagai - Universitas Satya Terra Bhinneka kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP) Tahun 2026. Program yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) ini mengangkat tema "Pemberdayaan PKK Desa Rampah Estate dalam Penguatan Kemandirian Pangan dan Nafkah Berkelanjutan sebagai Upaya Pengendalian Stunting dengan Pemanfaatan Pekarangan."

Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Rampah Estate, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai pada 1 Juli 2026 tersebut menjadi salah satu upaya nyata perguruan tinggi dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

Melalui program ini, Universitas Satya Terra Bhinneka tidak hanya mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga, tetapi juga mengembangkan potensi ekonomi rumah tangga melalui pengolahan hasil panen menjadi produk bernilai jual. Langkah tersebut dinilai penting dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru yang berkelanjutan.

Kepala Desa Rampah Estate, Sugito, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut karena dinilai menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.

Menurutnya, pemanfaatan lahan pekarangan yang selama ini belum optimal kini dapat dilakukan dengan teknologi sederhana namun efektif, seperti penggunaan rak tanaman vertikal untuk menanam sayuran serta budidaya ubi ungu menggunakan media karung.

"Program ini sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Rak tanaman menjadi solusi bagi warga yang memiliki pekarangan terbatas, sementara budidaya ubi ungu di dalam karung sangat mudah diterapkan oleh masyarakat. Selain itu, pelatihan pengolahan hasil panen menjadi mie bayam dan keripik ubi ungu panggang juga membuka peluang usaha baru bagi ibu-ibu PKK," ujar Sugito.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat, baik dalam meningkatkan kualitas gizi keluarga maupun kesejahteraan ekonomi warga.

Program pengabdian tersebut didampingi oleh tiga dosen Universitas Satya Terra Bhinneka, yakni Mia Wananda Varwasih, S.P., M.Si., Bd. Debby Pratiwi, S.Tr.Keb., M.K.M., dan Ninda Novita, S.P., M.Si. Kegiatan juga melibatkan dua mahasiswa, Gita Amalia dan Novia Grace Zega, yang turut aktif mendampingi masyarakat selama pelaksanaan program.

Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian menghadirkan berbagai inovasi yang dirancang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Rampah Estate.

Salah satu kegiatan utama adalah pemanfaatan pekarangan rumah untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga. Tim menyerahkan rak tanaman kepada kelompok PKK sebagai media budidaya berbagai jenis sayuran, khususnya bayam yang kaya akan vitamin dan zat besi.

Rak tanaman vertikal tersebut memungkinkan masyarakat tetap dapat bercocok tanam meski memiliki lahan yang terbatas. Dengan demikian, kebutuhan sayuran bergizi keluarga dapat dipenuhi secara mandiri tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pasar.

Selain budidaya sayuran, masyarakat juga diperkenalkan pada teknik penanaman ubi ungu menggunakan media karung. Metode ini dinilai praktis, hemat tempat, serta mudah diterapkan di lingkungan rumah.

Pemilihan ubi ungu bukan tanpa alasan. Tanaman ini memiliki kandungan serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang tinggi sehingga sangat baik dikonsumsi keluarga, terutama anak-anak, sebagai salah satu upaya mendukung pencegahan stunting.

Tidak berhenti pada aspek budidaya, tim pengabdian juga memperkuat aspek ekonomi masyarakat melalui pengembangan produk olahan berbasis hasil pekarangan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap usaha rumah tangga, Universitas Satya Terra Bhinneka menyerahkan sebuah oven kepada kelompok PKK yang akan dimanfaatkan untuk memproduksi keripik ubi ungu panggang.

Produk tersebut diharapkan mampu menjadi pangan olahan lokal yang memiliki nilai tambah lebih tinggi dibandingkan menjual ubi dalam bentuk mentah.

Selain itu, tim juga menyerahkan mesin pembuat mie yang digunakan untuk memproduksi mie bayam. Produk ini menjadi salah satu inovasi pangan sehat yang mengombinasikan kebutuhan gizi keluarga dengan peluang usaha baru bagi anggota PKK.

Melalui bantuan berbagai peralatan tersebut, masyarakat tidak hanya didorong menghasilkan bahan pangan untuk konsumsi sendiri, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi produk siap jual yang memiliki daya saing di pasaran.

Upaya peningkatan kapasitas masyarakat juga dilakukan melalui berbagai pelatihan keterampilan.

Anggota PKK memperoleh pelatihan mengenai teknik pembuatan mie bayam dan keripik ubi ungu panggang, mulai dari proses produksi hingga menjaga kualitas produk agar memiliki standar yang baik.

Selain pelatihan produksi, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pelabelan produk sebagai salah satu aspek penting dalam pengembangan usaha.

Materi yang diberikan meliputi penyusunan identitas produk, pencantuman komposisi bahan, berat bersih, tanggal produksi, masa kedaluwarsa, hingga desain kemasan yang menarik dan informatif.

Edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk olahan masyarakat sehingga lebih dipercaya konsumen dan memiliki peluang lebih besar untuk dipasarkan secara lebih luas.

Dengan bekal keterampilan produksi dan pemasaran tersebut, kelompok PKK diharapkan dapat mengembangkan usaha pangan lokal secara mandiri dan berkelanjutan sehingga memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga.

Tim pengabdian menilai bahwa sinergi antara ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Ketika keluarga mampu menghasilkan pangan bergizi sendiri sekaligus memperoleh tambahan pendapatan dari hasil olahan, maka kualitas hidup masyarakat akan meningkat secara berkelanjutan.

Program Pengabdian Masyarakat Pemula Tahun 2026 ini terlaksana berkat dukungan dan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), serta mendapat dukungan penuh dari Rektor Universitas Satya Terra Bhinneka, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Satya Terra Bhinneka, serta Pemerintah Desa Rampah Estate.

Universitas Satya Terra Bhinneka menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga program dapat berjalan dengan baik. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan kegiatan ini menjadi model pemberdayaan masyarakat yang mampu memperkuat kemandirian pangan, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memberikan kontribusi nyata dalam upaya pengendalian stunting di Desa Rampah Estate maupun wilayah lainnya.

(NS/BR)

Baca Juga

Rekomendasi