Dosen ST Bhinneka diabadikan saat PKM Pengenalan SDGs dan Inklusivitas (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Dalam upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap isu lingkungan, sosial, dan keberagaman, tim dosen dari Universitas Satya Terra (ST) Bhinneka dan mahasiswa melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pengenalan Sustainable Development Goals (SDGs) dan Inklusivitas untuk Menumbuhkan Kesadaran Sosial dan Lingkungan” di SMK Tritech Informatika, yang beralamat di Jalan Bhayangkara No. 484, pada Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui edukasi kepada siswa-siswi sekolah menengah kejuruan. Melalui materi yang disampaikan, peserta diajak memahami pentingnya Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang telah menjadi agenda global dalam menciptakan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat dan lingkungan.
Tim PkM yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari lima dosen ST Bhinneka yakni Andre Pratama, S.Kom., M.Kom., Muhammad Irfan, M.Hum., Muhammad Imam Zarkasyi, S.Kom., M.Kom., Abwabul Jinan, S.Kom., M.Kom., dan Manutur Pandapotan Siregar, S.T., M.Kom.
Selain itu, kegiatan juga didukung melibatkan mahasiswa ST Bhinneka yakni Ramadhan Mustaqim Siregar dan Farhan Muhammad yang turut berperan dalam pelaksanaan dan pendampingan peserta selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan diikuti oleh siswa dan siswi SMK Tritech Informatika dengan antusiasme yang tinggi. Dalam sesi pemaparan materi, para peserta diperkenalkan pada konsep dasar SDGs yang mencakup berbagai aspek pembangunan, mulai dari pengentasan kemiskinan, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, aksi terhadap perubahan iklim, hingga pelestarian lingkungan hidup. Materi disampaikan secara interaktif sehingga peserta dapat memahami bagaimana tujuan-tujuan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain membahas SDGs, tim PkM juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya inklusivitas dalam kehidupan bermasyarakat. Peserta diajak untuk memahami bahwa setiap individu memiliki latar belakang, kemampuan, budaya, dan karakteristik yang berbeda. Perbedaan tersebut bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan, melainkan kekayaan yang harus dihargai dan dihormati.
Para pemateri menekankan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan berkelanjutan. Kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, melakukan pengelolaan sampah yang baik, serta menghormati keberagaman merupakan langkah-langkah sederhana yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
Selama kegiatan berlangsung, suasana diskusi berjalan aktif. Para siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, bertanya, serta berbagi pengalaman terkait isu lingkungan dan keberagaman yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman sekaligus membangun kesadaran kritis peserta terhadap berbagai tantangan sosial dan lingkungan yang ada di sekitar mereka.
Kepala SMK Tritech Informatika, M. Herizal Sinambela, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, materi mengenai SDGs dan inklusivitas sangat relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini karena tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga membentuk karakter siswa agar lebih peduli terhadap lingkungan dan sesama.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran siswa dan siswi dalam menjaga lingkungan sebagai bagian dari dukungan terhadap pembangunan berkelanjutan. Selain itu, pemahaman mengenai inklusivitas juga diharapkan mampu menumbuhkan sikap saling menghargai perbedaan dan keberagaman di tengah masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, tim PkM menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari upaya membangun sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan sekolah dalam menciptakan generasi yang memiliki kepedulian sosial serta tanggung jawab terhadap lingkungan. Dengan pemahaman yang baik mengenai SDGs dan inklusivitas, para siswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Salah satu peserta, Sakinah Putri Nasution, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru dari kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa materi yang diberikan membuatnya lebih memahami pentingnya peran generasi muda dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Saya mendapatkan pengetahuan baru mengenai SDGs dan memahami bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan keberlanjutan. Materi yang disampaikan juga membuat saya lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dan menghargai perbedaan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, diharapkan para siswa SMK Tritech Informatika dapat menerapkan nilai-nilai keberlanjutan dan inklusivitas dalam kehidupan sehari-hari. Kesadaran untuk menjaga lingkungan serta menghormati keberagaman menjadi modal penting dalam mewujudkan masyarakat yang lebih harmonis, berkeadilan, dan berkelanjutan di masa depan.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara tim dosen, mahasiswa, pihak sekolah, dan seluruh peserta sebagai simbol komitmen bersama dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta menciptakan lingkungan yang inklusif bagi semua. Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menghadirkan berbagai program edukatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
(NS)