PW ISMI Sumut Gagas Peta Jalan Kesarjanaan Melayu, Usung Transformasi Digital dan Wakaf Produktif (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan — Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (PW ISMI) Sumatera Utara mengambil langkah strategis dalam memperkuat peran intelektual Melayu di kancah nasional.
Melalui Diskusi Publik bertema "Konstruksi Peta Jalan Masa Depan Kesarjanaan Melayu Indonesia"di Madani Hotel Medan pada Kamis (23/7/2026), PW ISMI Sumut resmi memulai perumusan peta jalan (roadmap) organisasi yang berfokus pada riset, pengabdian masyarakat, serta penguatan kebijakan publik.
Ketua PW ISMI Sumatera Utara, Prof. Dr. Nispul Khoiri, M.Ag, didampingi Sekretaris Ismail Marzuki, menegaskan bahwa organisasi sarjana tidak lagi sekadar menjadi wadah silaturahmi.
Di tengah dinamika global yang serba cepat, ISMI bertransformasi menjadi pusat pemikiran strategis (think tank) dan mitra kebijakan pemerintah guna mendukung pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
"PW ISMI hadir sebagai pusat pemikiran strategis dan agen perubahan. ISMI akan menyumbangkan gagasan, kajian, dan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna menyukseskan program pembangunan," ujar Prof. Nispul.
Dua Pilar Utama: Digitalisasi Budaya dan Wakaf Produktif
Dalam forum ilmiah yang mempertemukan akademisi lintas disiplin ini, PW ISMI Sumut menyoroti dua program unggulan yang menjadi fokus utama gerakan ke depan:
- Digitalisasi Melayu Langkah inovatif untuk mentransformasikan warisan budaya, naskah kuno, sastra, sejarah, hingga adat istiadat Melayu ke dalam ekosistem digital. Pemanfaatan teknologi modern, termasuk Artificial Intelligence (AI), dinilai krusial agar nilai-nilai luhur Melayu tetap hidup, terjaga marwahnya, dan mudah diakses oleh generasi muda.
- Gerakan Wakaf Produktif Wakaf diposisikan bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan instrumen kekuatan ekonomi umat. Melalui pengelolaan yang profesional, wakaf diharapkan mampu menopang sektor pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta mewujudkan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Hadirkan Pakar Lintas Disiplin
Diskusi publik yang dimoderatori oleh Bendahara PW ISMI Sumut, Assoc. Prof. Dr. Sri Rezeki, S.E., M.M., ini menghadirkan deretan narasumber mumpuni dari berbagai bidang keilmuan:
- Prof. Dr. Muhammad Yafiz, M.A. (Guru Besar Ekonomi Islam UIN Sumatera Utara)
- Prof. Dra. T. Silvana Sinar, Ph.D. (Guru Besar Linguistik Universitas Sumatera Utara)
- Prof. Dr. Phil. Ichwan Azhari, M.S. (Guru Besar Sejarah Universitas Negeri Medan)
- Dr. Fakhrur Rozi, M.I.Kom (Pakar Komunikasi Digital)
- Dr. Syarifuddin Syba, M.H (Sekretaris Jenderal DPP Mabin)
Acara ini turut dihadiri oleh para tokoh adat, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat Melayu. Berbagai gagasan strategis yang lahir dari forum ini nantinya akan dihimpun menjadi rekomendasi resmi untuk menyusun Peta Jalan Kesarjanaan Melayu Indonesia yang berdampak nyata bagi kemajuan bangsa.
(KAH/RZD)