Piala Presiden 2026, Ronny Tanuwijaya: Persebaya Versus Persija, Adu Taktik dan Gengsi (Analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com, Jakarta - Laga klasik Persebaya Surabaya melawan Persija Jakarta akan tersaji pada match day pertama Grup B Piala Presiden 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (26/7/2026) pukul 19.30 WIB.
Laga ini diperkirakan menyajikan duel sengit. Persebaya dan Persija sama diperkuat pemain yang memiliki skill mumpuni. Pelatih kedua tim juga bakal adu taktik dan strategi.
Duel ini juga penuh gengsi, mengingat keduanya memiliki sejarah panjang di pentas sepak bola nasional. dan punya basis suporter fanatik. Tak heran jika big match ini merupakan salah satu partai paling dinantikan penikmat sepak bola nasional.
Mantan Manajer Persebaya, Ronny Tanuwijaya, menilai pertandingan pembuka ini akan menjadi ujian awal bagi kedua tim yang masih berada dalam proses pembentukan kekuatan terbaik menjelang kompetisi resmi.
Menurut Ronny, keuntungan terbesar Persebaya ada pada faktor kandang. Bermain di hadapan ribuan Bonek di Stadion Gelora Bung Tomo diyakini mampu memberikan suntikan motivasi sekaligus tekanan psikologis bagi tim tamu.
"Atmosfer GBT selalu menjadi kekuatan tambahan bagi Persebaya. Dukungan suporter bisa meningkatkan kepercayaan diri pemain, tetapi mereka juga harus mampu mengendalikan emosi agar tetap fokus sepanjang pertandingan," ujar Ronny.
Ia melihat Persebaya memiliki karakter permainan cepat yang mulai terbentuk di bawah racikan pelatih Eduardo Tavares. Kehadiran pemain-pemain anyar seperti Alex Martins, Yann Mabella, dan Diogo Ramalho dinilai memberi warna baru bagi lini serang Bajul Ijo setelah menunjukkan performa menjanjikan saat uji coba melawan PSIS Semarang yang berakhir imbang 2-2.
Namun Ronny mengingatkan, Persija bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Meski memiliki waktu persiapan yang relatif singkat dan sedang menjalani masa transisi di bawah pelatih Shin Tae-yong, Macan Kemayoran tetap memiliki kualitas individu dan mental bertanding yang tinggi.
"Persija selalu punya karakter sebagai tim besar. Mereka mungkin belum sepenuhnya menemukan komposisi ideal, tetapi pengalaman para pemainnya membuat mereka tetap berbahaya, terutama jika Persebaya lengah dalam transisi bertahan," katanya.
Duel Lini Tengah
Ronny menilai duel lini tengah akan menjadi kunci pertandingan. Tim yang mampu menguasai penguasaan bola dan memenangkan perebutan bola kedua diperkirakan akan lebih mudah mengendalikan tempo permainan.
Ia juga menyoroti kemampuan Shin Tae-yong yang mengenal sejumlah pemain Persija seperti Witan Sulaeman, Pratama Arhan, Victor Dethan, hingga Rio Fahmi sejak menangani Timnas Indonesia. Faktor itu, menurutnya, bisa mempercepat proses adaptasi strategi meski waktu persiapan Persija terbatas.
Meski demikian, Ronny berharap Persebaya mampu memanfaatkan momentum bermain di kandang untuk meraih kemenangan pertama di Grup B.
"Kalau Persebaya bisa tampil disiplin sejak menit awal, memanfaatkan kecepatan sayap, dan lebih efektif dalam penyelesaian akhir, peluang menang sangat terbuka. Tetapi mereka harus waspada karena Persija memiliki kemampuan menghukum setiap kesalahan lawan," tuturnya.
Selain menjadi ajang pembuktian kekuatan dua raksasa sepak bola nasional, duel ini juga menjadi kesempatan bagi kedua pelatih untuk mengukur kesiapan skuad sebelum menghadapi kompetisi Liga 1 musim 2026/2027.
(NAI/NAI)











