Brilian! Guru dan Siswa YPSA Medan Daur Ulang Puntung Rokok dan Ampas Tebu Jadi Sugarette Box (Analisadaily/Reza Perdana)
Analisadaily.com, Medan — Kepedulian terhadap lingkungan kembali dibuktikan oleh sivitas akademika Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) Medan.
Di bawah bimbingan Dicky Mahaputra Tarigan selaku Guru Pendamping Ekstrakurikuler Penelitian, Tim Sugarette Box berhasil menciptakan inovasi ramah lingkungan berupa kemasan biodegradable bernilai ekonomis tinggi yang dinamai Sugarette Box.
Ide inovasi ini bermula dari keprihatinan atas tingginya limbah puntung rokok di berbagai belahan dunia, serta banyaknya limbah ampas tebu dari pedagang minuman yang selama ini hanya dibuang atau dibakar tanpa pemanfaatan lebih lanjut.
"Ide awalnya itu dari berita bahwasannya banyak limbah puntung rokok yang dibuang setiap tahunnya. Dan ampas tebu sendiri itu seringkali tidak dimanfaatkan dan hanya dibakar atau menjadi limbah," jelas Dicky, Rabu (29/7/2026).
Melalui proses sterilisasi yang aman di sekolah menggunakan zat kimia khusus, kedua jenis limbah tersebut diolah dan didaur ulang menjadi kemasan karton ramah lingkungan.
Tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan dan emisi karbon, inovasi ini juga mendukung penerapan ekonomi sirkular (circular economy).
Keunikan utama dari Sugarette Box terletak pada kandungan benih tanaman sawi di dalamnya. Setelah kemasan tersebut selesai digunakan, pengguna dapat menanamnya kembali ke dalam tanah sehingga dapat terurai secara alami sekaligus menumbuhkan tanaman baru.
Inovasi ini dinilai sangat selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya poin konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, penanganan perubahan iklim, serta pelestarian kehidupan di darat.
Raih Medali Emas di Jepang
Proses penelitian dan pengerjaan kemasan ini memakan waktu sekitar tiga bulan, yakni dari bulan April hingga Juni. Dari segi legalitas hukum, Hak Cipta inovasi ini telah didaftarkan dan saat ini tengah dalam proses pengajuan paten.
Kerja keras dan kreativitas tinggi ini membawa Tim Sugarette Box yang beranggotakan Alvaro Aqhtarza Casyavano, Nazwa Nathasya Santosa, Putri Nuri Habibah, dan Teuku Keant Anada Mustika berlaga di ajang internasional Japan Idea Invention Expo (JDIE) di Osaka, Jepang.
Berkompetisi di kategori lingkungan, tim ini sukses memboyong medali emas dan mengharumkan nama Indonesia di kancah global.
(RZD/RZD)