Gubsu Bantah Walk Out-nya sebagai Arogansi, Ketua NasDem Sumut Bela Ricky Anthony

Gubsu Bantah Walk Out-nya sebagai Arogansi, Ketua NasDem Sumut Bela Ricky Anthony
Gubsu Bantah Walk Out-nya sebagai Arogansi, Ketua NasDem Sumut Bela Ricky Anthony (analisadalily/zulnaidi)

Analisadaily.com, Medan - Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution membantah tudingan bahwa dirinya bersikap arogan saat melakukan walk out dari rapat paripurna DPRD Sumut pekan lalu. Bobby justru menyarankan Wakil Ketua DPRD Sumut Ricky Anthony untuk mempelajari kembali mekanisme politik dan tata tertib persidangan sebelum melontarkan penilaian tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Bobby saat menjawab pertanyaan wartawan di Gedung DPRD Sumut, Kamis (30/7/2026), menanggapi kritik Ricky Anthony yang menyebut sikap walk out gubernur mencerminkan arogansi.
"Coba suruh belajar lagilah yang bilang arogan itu, mungkin baru-baru itu mungkin. Karena saya sudah pernah dulu sama Bang Ihwan Ritonga di Pemko Medan pada saat kami eksekutif mencoba mempertanyakan tentang kuorum, dibilang kami tidak ada hak," kata Bobby.
Menurut Bobby, keputusannya bersama jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Utara meninggalkan ruang sidang bukan didasari emosi ataupun sikap tidak menghormati lembaga legislatif, melainkan karena meyakini rapat belum memenuhi syarat kuorum.
"Jadi gimana dong, menanyakan dibilang enggak ada hak dulu ya. Jadi kemarin karena tidak kuorum ya kami keluar dong. Kan enggak bisa dimulai juga, jadi suruh belajar lagilah," ujarnya.
Bobby menegaskan dirinya tidak merasa bersikap arogan. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan rapat paripurna harus memenuhi ketentuan tata tertib, baik dari unsur eksekutif maupun legislatif.
"Nggaklah, saya rasa nggak arogan. Karena rapat ini bisa dimulai kalau dari sisi pemerintah ada eksekutif yang hadir, ada gubernur yang menandatangani. Kalau dari sisi DPRD, kalau salah tolong dikoreksi, itu harus kuorum, artinya harus hadir dua pertiga dari seluruh anggota dewan," katanya.
Ia menilai persoalan utama saat itu bukan terletak pada kehadiran gubernur atau jajaran eksekutif, melainkan pada terpenuhinya jumlah anggota DPRD yang hadir sesuai ketentuan.
"Artinya kalau bahasa pasarannya yang dipersoalkan kehadiran anggota dewannya, masa saya yang dibilang arogan. Ya masalahnya kalau dari satu pihak belum hadir, kami di dalam situ mau ngapain," ucapnya.
Bobby juga menegaskan seorang kepala daerah harus mampu mengelola waktu secara efektif untuk menjalankan berbagai agenda pemerintahan dan pelayanan masyarakat.
"Toh kalau saya duduk di situ sampai tengah malam, kalau enggak kuorum-kuorum ya enggak tanda tangan juga. Kecuali berjalan dengan lancar, berjalan dengan baik, berjalan sesuai tatibnya, tiba-tiba saya keluar, itu baru saya arogan. Itu menurut saya," tegasnya.
Sebagaimana diketahui aksi walk out Bobby Nasution terjadi ketika rapat paripurna DPRD Sumut yang membahas pengambilan keputusan terhadap Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 sedang berlangsung. Saat itu, terjadi perdebatan kuorum atau tidak rapat.
Ketika itu, Ketua DPRD Erni Ariyanti menjawab sesuai absensi kehadiran ada 69 orang dewan yang datang, atau sudah melebihi dua pertiga syarat kuorum untuk pengambilan keputusan bersama. Namun, di suasana perdebatan itu, Gubsu Bobby meninggalkan arena sidang dan diikuti kepala OPD yang hadir. Akhirnya, Ketua DPRD Sumut mengetuk palu menskor sidang paripurna menunggu penjadwalan ulang.
Sikap Bobby mendapat tanggapan beragam dari anggota DPRD Sumut. Salah satu tanggapan dari Ricky Anthony dari Fraksi NasDem. Komentar Ricky juga ditegaskan Ketua DPW Partai Nasdem Iskandar ST sebagai pernyataan resmi fraksi mereka. Bahkan Iskandar menegaskan, bahwa Ricky tidak perlu belajar politik seperti sindiran Gubsu. Soalnya, apa yang disampaikan Ricky sebagai bentuk kinerjanya sebagai anggota DPRD Sumut.

(NAI/NAI)

Baca Juga

Rekomendasi