Analisadaily.com, Medan - Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Satya Terra Bhinneka melaksanakan program peningkatannilai tambah kopi bersama Kelompok Tani Agave di Desa Ronggur Nihuta, Kecamatan Ronggur Nihuta, Kabupaten Samosir.
Kegiatan bertajuk “Peningkatan Nilai Tambah Petani Kopi melalui Teknologi Pascapanen dan Penguatan Kapasitas SDM Kelompok Tani Agave Desa Ronggur Nihuta” tersebut dilaksanakan selama 3 kali pada tanggal 27 April, 11 Juli, dan 25 Juli 2026.
Program ini merupakan bagian dari Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Tahun Pendanaan 2026. Kegiatan didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Tim pelaksana diketuai Hendris Syah Putra dari Program Studi Agribisnis yang juga merupakan Ketua LPPM ST Bhinneka, dengan anggota M. Fariz Afif Hasibuan dari Program Studi Agribisnis dan Edgar Octoyuda dari Program Studi Bisnis Digital. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Universitas Satya Terra Bhinneka.
Sebelum program dilaksanakan, sebagian proses pascapanen kopi masih dilakukan secara sederhana. Pengeringan belum dikendalikan menggunakan alat ukur, kadar air kopi tidak pernah dicek sebelumnya, sedangkan sortasi dan pengelompokan mutu belum dilakukan secara konsisten.
Kelompok tani juga belum memiliki pencatatan produksi, pembukuan, dan perhitungan harga pokok produksi yang memadai. Produk masih dipasarkan melalui pengepul dengan kemasan sederhana sehingga posisi tawar petani dan akses terhadap pasar bernilai lebih tinggi masih terbatas.
Ketua pelaksana Hendris Syah Putra mengatakan program tersebut tidak hanya berfokus pada pemberian peralatan, tetapi juga pada peningkatan kemampuan petani dalam mengelola produksi dan usaha.
“Pendampingan diarahkan agar petani mampu menjaga mutu, menggunakan teknologi pascapanen, mencatat biaya produksi, menghitung harga pokok, dan memasarkan produk secara lebih baik,” kata Hendris.
Dalam kegiatan tersebut, anggota kelompok memperoleh pelatihan mengenai sortasi buah kopi, pengupasan, pengeringan, pengendalian kadar air, grading, penyimpanan, dan pengemasan. Petani juga diperkenalkan dengan mesinpulper, moisture meter, screen grader, mesin roasting, grinder, packaging modern serta vacuum sealer.
Setelah mengikuti program, Kelompok Tani Agave mulai menerapkan proses pascapanen yang lebih terstandar. Pengendalian kadar air dilakukan menggunakan moisture meter, sedangkan sortasi dan grading diperkuat untuk menghasilkan mutu kopi yang lebih konsisten.
Kelompok juga mulai menggunakan standar operasional prosedur, checklist pengendalian mutu, dan pencatatan produksi per batch. Pada aspek manajemen, anggota kelompok didampingi dalam pembagian tugas, pembukuan sederhana, perhitungan harga pokok produksi, serta penentuanharga jual.
Penguatan pemasaran dilakukan melalui perbaikan identitas produk, kemasan, label, dan pemanfaatan kanal digital. Kelompok juga diarahkan untuk menjajaki kerja sama dengan roastery dan kedai kopi guna memperluas akses pasar.
Ketua Kelompok Tani Agave, Edison Sitanggang, mengatakan program tersebut membantu anggota memahami pentingnya pengendalian mutu dan pengelolaan usaha.
“Melalui pendampingan ini, kami semakin memahami pentingnya kadar air, sortasi, pengemasan, dan pencatatan usaha agar kualitas serta harga jual kopi dapat meningkat,” ujarnya.
Kepala Desa Ronggur Nihuta, Jonner Hasoloan Naibaho, mengapresiasi kolaborasi antara perguruan tinggi dan kelompok tani. Ia berharap program tersebut memberikan manfaat berkelanjutan bagi petani dan mendukung penguatan ekonomi masyarakat desa.
“Peningkatan kualitas kopi dan kemampuan pengelolaan usaha diharapkan dapat memperkuat perekonomianmasyarakat Desa Ronggur Nihuta,” katanya.
Melalui program tersebut, Kelompok Tani Agave diharapkan mampu menghasilkan green bean, kopi sangrai, dan kopi bubuk dengan mutu lebih konsisten. Keberlanjutan program akan diperkuat melalui penerapan SOP, perawatan peralatan, pembentukan kader internal, dan evaluasi usaha kelompok secara berkala.
(NS/BR)











