PKM di Desa Paluh Sibaji, Tim Dosen Polmed Dorong Pemulihan Ekonomi Nelayan

PKM di Desa Paluh Sibaji,  Tim Dosen Polmed Dorong Pemulihan Ekonomi Nelayan
PKM di Desa Paluh Sibaji, Tim Dosen Polmed Dorong Pemulihan Ekonomi Nelayan (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Deli Serdang - Tim dosen dari Politeknik Negeri Medan (Polmed) melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui pendanaan BIMA di Desa Paluh Sibaji, Kabupaten Deli Serdang. Kegiatan tersebut diarahkan untuk membantu pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana sekaligus mendorong pengelolaan potensi mangrove dan usaha ikan asin secara lebih produktif.

Program yang mengangkat tema “Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana Melalui Integrasi Teknologi Deteksi Kerusakan Mangrove Berbasis AI dan Pemberdayaan Usaha Ikan Asin Masyarakat Desa Paluh Sibaji” ini melibatkan masyarakat, khususnya kelompok nelayan dan pelaku usaha ikan asin.

Tim dosen Polmed terdiri atas Nurhafifah Soraya, S.E., M.Si. sebagai ketua, serta Rahmadani, S.E., M.Si. dan Bizar Purba, S.Kom., M.Kom. sebagai anggota.

Dalam pelaksanaannya, tim menggandeng kelompok usaha yang dikoordinasikan Wagimin. Kelompok tersebut menjadi salah satu mitra utama dalam kegiatan dan mengoordinasikan sekitar 100 nelayan di Desa Paluh Sibaji.

Ketua tim PKM, Nurhafifah Soraya, S.E., M.Si, mengatakan kegiatan tidak hanya berfokus pada pemberian pengetahuan, tetapi juga diarahkan pada keterampilan yang dapat digunakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.

Salah satunya melalui sosialisasi dan pelatihan penggunaan aplikasi mangrove yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membantu mendeteksi kerusakan mangrove.

Teknologi tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat pesisir.

"Dengan pemanfaatan teknologi, masyarakat diharapkan semakin mudah mengenali perubahan atau kerusakan kawasan mangrove dan ikut terlibat dalam upaya menjaganya," ujarnya.

Selain aspek lingkungan, program ini memberikan perhatian besar terhadap pemulihan ekonomi masyarakat. Tim memberikan pelatihan mengenai perawatan alat usaha serta mendorong inovasi produk ikan asin dengan memanfaatkan potensi lokal yang tersedia di Desa Paluh Sibaji.

"Pelatihan tersebut diharapkan dapat membantu kelompok usaha meningkatkan kualitas produk, memperpanjang keberlangsungan usaha, sekaligus membuka peluang pengembangan produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi," ungkapnya.

Pendampingan juga menjadi bagian penting dalam program ini. Tim dosen Polmed tidak hanya memberikan materi dalam satu kali kegiatan, tetapi mendampingi mitra agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kegiatan usaha.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena pemulihan ekonomi pascabencana membutuhkan proses yang berkelanjutan. Masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan, tetapi juga akses terhadap pengetahuan, teknologi dan pendampingan agar mampu mengembangkan kembali sumber penghidupannya.

Melalui integrasi teknologi deteksi mangrove berbasis AI dan penguatan usaha ikan asin, program ini diharapkan dapat menciptakan keseimbangan antara pemulihan ekonomi dan pelestarian lingkungan di Desa Paluh Sibaji.

Program PKM BIMA ini juga menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam membantu masyarakat menyelesaikan persoalan yang dihadapi di lapangan. Pengetahuan akademik yang dimiliki dosen diterapkan secara langsung dengan menyesuaikan kebutuhan dan potensi masyarakat setempat.

Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut didanai melalui Hibah BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Dukungan pendanaan tersebut memungkinkan tim dosen Polmed menjalankan kegiatan pelatihan, pengenalan teknologi, penguatan usaha serta pendampingan kepada masyarakat.

"Dengan adanya program ini, masyarakat Desa Paluh Sibaji diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan usaha yang sudah berjalan, tetapi juga dapat mengembangkan inovasi baru, menjaga lingkungan mangrove dan memperkuat sumber ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan," ucapnya.

(REL/WITA)

Baca Juga

Rekomendasi