Bekali Mahasiswa Baru ST Bhinneka, Stella Christie dan Sofyan Tan Sampaikan Pesan Penting Menuju Generasi Emas 2045

Bekali Mahasiswa Baru ST Bhinneka, Stella Christie dan Sofyan Tan Sampaikan Pesan Penting Menuju Generasi Emas 2045
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie (Analisadaily/Reza Perdana)

Analisadaily.com, Medan - Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 Universitas Satya Terra (ST) Bhinneka berlangsung penuh semangat pada Selasa (8/9/2026).

Mengusung tema “Tumbuh dalam Kebhinekaan, Berdampak Secara Berkelanjutan”, momen pembekalan ini menghadirkan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie serta Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YPSIM) dr. Sofyan Tan untuk memberikan motivasi mendalam bagi para mahasiswa baru.

Dalam pemaparannya, Wamendiktisaintek Stella Christie membagikan 5 pepatah utama yang wajib dipegang para mahasiswa baru sebagai bekal berharga mengarungi dunia perkuliahan. 5 pengingat tersebut meliputi time to live maximally, exploit and explore, universal, what doesn’t kill you makes you stronger, dan never forget where you come from.

Stella mendorong agar para mahasiswa baru memanfaatkan seluruh waktu dan kesempatan di kampus secara optimal, baik dalam ranah akademik maupun pengembangan karakter diri.

Mengenai prinsip pertama, Stella menekankan pentingnya komitmen total selama masa studi. “Waktu kuliah jangan hidup setengah-setengah. Ini masa untuk live maximally,” ujar Stella di hadapan para mahasiswa.

Lebih lanjut, melalui konsep exploit and explore, ia mengajak mahasiswa memperdalam disiplin ilmu yang digeluti sekaligus memberanikan diri menjelajahi hal-hal baru. Kemampuan mengeksplorasi lintas bidang ini dinilainya kian krusial di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.

Tidak hanya itu, Stella memaparkan pesan universal yang mengingatkan bahwa wawasan universitas hendaknya tidak terbelenggu oleh batas program studi, melainkan mampu diterapkan secara luas demi fleksibilitas karier masa depan.

Ia juga menekankan bahwa kegagalan dan kekecewaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pematangan diri. Melalui pameleo what doesn’t kill you makes you stronger, mahasiswa diharapkan dapat bangkit dari tantangan dan mengambil pelajaran dari setiap ujian.

Sebagai penutup motivasinya, Stella berpesan never forget where you come from, yaitu imbauan agar para mahasiswa terus memegang teguh nilai asal-usul dan jati diri meski telah meraih puncak kejayaan kelak.

Semangat mempersiapkan masa depan yang tangguh ini sejalan dengan pandangan dr. Sofyan Tan. Dalam kesempatan yang sama, Sofyan Tan menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi paling efektif untuk memutus mata rantai kemiskinan sekaligus menyiapkan sumber daya manusia unggul dalam menyongsong Generasi Emas Indonesia 2045.

Bekali Mahasiswa Baru ST Bhinneka, Stella Christie dan Sofyan Tan Sampaikan Pesan Penting Menuju Generasi Emas 2045
Berangkat dari latar belakang keluarga yang sederhana, Sofyan Tan menceritakan bagaimana pendidikan menjadi titik balik perubahan kehidupannya.

“Cita-cita saya adalah bagaimana meningkatkan kehidupan keluarga menjadi lebih baik melalui pendidikan,” ungkapnya.

Menurut Sofyan Tan, keberhasilan perguruan tinggi tidak sekadar diukur dari banyaknya lembaran ijazah yang diterbitkan, melainkan dari sejauh mana lembaga tersebut sanggup membentuk lulusan yang berkarakter, berkompetensi tinggi, dan berdaya saing.

Oleh sebab itu, ST Bhinneka dirancang untuk mengembangkan program-program studi yang sangat relevan dengan kebutuhan zaman, meliputi bidang pendidikan, kesehatan, agrobisnis dan agroteknologi, informatika, bisnis digital, kewirausahaan, hingga manajemen lingkungan.

“Cita-cita saya di sini adalah setiap lulusan memiliki kompetensi, kemampuan dan masa depan yang baik, sehingga mampu membangun Indonesia yang superior,” katanya penuh optimisme.

Di akhir arahannya, Sofyan Tan menitipkan pesan persatuan agar seluruh mahasiswa menjadikan keberagaman suku, agama, dan budaya di kampus sebagai modal kekuatan bersama, bukan sebagai sekat pemisah. Keharmonisan dalam kebhinekaan menjadi kunci utama dalam menjaga persatuan bangsa.

“Yang kita kenal adalah bahwa kita semuanya adalah Indonesia. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah harga mati bagi kita semuanya,” tegas Sofyan Tan.

(RZD/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi