Pasca-Bencana, Dompet Dhuafa Resmikan Posyandu di Tapanuli Tengah (Analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com, Tapteng - Dompet Dhuafa meresmikan dua Posyandu yang diperkuat melalui program pemulihan kesehatan pascabencana di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Peresmian Posyandu Seiya Sekata dan Posyandu Setia Kawan menjadi bagian dari upaya memastikan layanan kesehatan masyarakat tetap berjalan setelah fase tanggap darurat bencana banjir berakhir.
Peresmian tersebut berlangsung dalam kegiatan Diseminasi Program, Peresmian Posyandu, dan Penguatan Keberlanjutan Pemulihan Kesehatan Pascabencana di Kantor Desa Kebun Pisang, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis (10/9/2026).
General Manager Kesehatan Dompet Dhuafa, dr. Yeni Purnamasari, MKM, mengatakan proses pemulihan kesehatan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan kembali sarana yang terdampak, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki kapasitas untuk melanjutkan layanan kesehatan secara mandiri.
“Pendampingan recovery selama tujuh bulan tidak hanya berfokus pada pembangunan sarana fisik, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat agar mampu melanjutkan layanan kesehatan secara mandiri,” ujar Yeni.
Menurut Yeni, pendampingan yang berlangsung sejak Februari hingga Agustus 2026 tersebut mencakup pelatihan dan pendampingan kader, layanan Posyandu, pemantauan kesehatan ibu dan anak, dukungan gizi, serta penguatan sarana dan prasarana Posyandu.
Selama fase recovery, LKC Dompet Dhuafa mencatat pendampingan terhadap 243 balita dan 28 ibu hamil, termasuk 16 ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK) atau anemia. Dukungan pemenuhan pangan juga diberikan melalui 1.554 porsi makanan atau Pemberian Makanan Pendamping ASI (PMBA) bagi masyarakat terdampak.
Penguatan Posyandu dilakukan melalui dukungan 30 antropometri kit, 30 tensimeter, dua doppler, dan satu partus set. Selain itu, diberikan pula 310 kelambu dan tiga alat fogging serta dukungan sarana dan prasarana Posyandu.
“Recovery bukan hanya tentang membangun kembali fasilitas yang terdampak, tetapi bagaimana memastikan masyarakat kembali memiliki kemampuan untuk menjalankan layanan kesehatan secara mandiri. Karena itu, pendampingan kader, pemantauan ibu dan anak, penguatan Posyandu, serta penyediaan sarana kesehatan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam proses pemulihan,” kata Yeni.
Sementara itu, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Waspada, Sulaiman, mengatakan keterlibatan Dompet Dhuafa dalam penanganan bencana di Tapanuli Tengah telah dilakukan sejak fase awal bencana.
Sejak bencana terjadi pada November 2025, Dompet Dhuafa Waspada bersama jejaring Dompet Dhuafa turut terlibat dalam evakuasi dan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak. Bantuan juga mencakup distribusi logistik, pembangunan dapur umum, penyaluran air bersih, hingga pembangunan wakaf sumur.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan seluruh pihak sehingga keseluruhan program bisa berjalan dengan baik. Saat ini pada program peresmian Posyandu, kami menitipkan amanah ini kepada bapak ibu sekalian sehingga dapat digunakan dengan baik dan dirasakan manfaat kehadirannya oleh masyarakat,” ujar Sulaiman.
Sulaiman berharap sarana Posyandu yang telah dibangun dan diperkuat dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat serta menjadi bagian dari keberlanjutan pelayanan kesehatan di wilayah terdampak bencana.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah, Lisnawati Panjaitan, S.Kep., Ners., M.Kes., menyampaikan apresiasi kepada Dompet Dhuafa yang telah berkontribusi dalam penanganan bencana hingga tahap pemulihan.
“Kami semangat untuk pulih. Kami mewakili Pemerintah Tapteng mengucapkan terima kasih kepada Dompet Dhuafa yang sudah berkontribusi aktif sejak awal terjadi bencana,” kata Lisnawati.
Ia berharap keberadaan Posyandu yang telah diperkuat dapat dimanfaatkan oleh petugas dan kader untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Semoga output yang dirasakan masyarakat lebih baik lagi. Pergunakan gedung pemberian Dompet Dhuafa ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Plt. Kepala Desa Kebun Pisang, Rismon Alexandro Sianipar, S.Kom., mengatakan kehadiran Dompet Dhuafa memberikan semangat bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk kembali bangkit setelah bencana.
“Kehadiran bapak/ibu dari Dompet Dhuafa menjadi suntikan semangat bagi kami di tingkat desa untuk terus meningkatkan pelayanan, khususnya dalam pelayanan kesehatan ibu dan mencegah stunting. Semoga dengan adanya Posyandu ini dapat menurunkan angka stunting di desa kita,” ujar Rismon.
Menurutnya, masyarakat Desa Kebun Pisang merasakan dampak dan duka yang berat akibat bencana. Karena itu, dukungan yang diberikan melalui program pemulihan kesehatan menjadi salah satu bentuk dorongan bagi masyarakat untuk kembali bangkit.
“Pasca bencana kami merasakan duka yang sangat berat. Maka dengan adanya kehadiran ini kami merasa bangkit lagi. Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” katanya.
Dalam kegiatan peresmian, turut dilakukan penandatanganan komitmen bersama untuk mendukung keberlanjutan pemulihan kesehatan pascabencana. Komitmen tersebut mencakup keberlanjutan layanan kesehatan dasar, penguatan peran Posyandu dan kader, pemanfaatan serta pemeliharaan sarana dan alat kesehatan, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, fasilitas kesehatan, masyarakat, dan mitra.
LKC Dompet Dhuafa juga melakukan simbolisasi dukungan pemulihan melalui penyerahan 30 antropometri kit, 30 tensimeter, dua doppler, satu partus set, 310 kelambu, selimut, tiga alat fogging, media KIE, serta sarana dan prasarana Posyandu.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Plh. Camat Badiri Rudi Hartono, S.Sos.; Plh. Camat Tukka Frengki M. H. Simanungkalit, S.T.; Kepala Puskesmas Hutabalang Imelda Sari Tutu Tambunan, S.K.M.; Kepala Puskesmas Tukka dr. Maruli Tua Silalahi, M.Kes.; Plt. Kepala Desa Kebun Pisang Rismon Alexandro Sianipar, S.Kom.; Lurah Sipange Indra Perdana Pasaribu; Ketua Biro Program Dompet Dhuafa Udhi Tri Kurniawan; serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Zulkilfi Simatupang.
*Dari Tanggap Darurat Menuju Recovery*
Sebelum memasuki fase pemulihan, LKC Dompet Dhuafa telah melakukan respons kesehatan selama masa tanggap darurat yang berlangsung sejak November 2025 hingga Februari 2026.
Dalam periode tersebut, sebanyak 4.542 penerima manfaat mendapatkan dukungan layanan kesehatan. Respons melibatkan empat relawan tenaga kesehatan dan mencakup layanan pos medis kepada 1.545 penerima manfaat di 26 titik, corner gizi kepada 1.276 penerima manfaat di delapan titik, layanan kesehatan reproduksi kepada 1.056 penerima manfaat di delapan titik, layanan kesehatan jiwa kepada 152 penerima manfaat di satu titik, serta distribusi individual kit kepada 513 penerima manfaat di dua titik.
Untuk mendukung mobilisasi layanan di wilayah terdampak, LKC juga menurunkan mobil layanan kesehatan atau ambulans bertenaga 4x4 serta satu mobil operasional.
Memasuki fase recovery, intervensi kemudian diarahkan pada pemulihan dan penguatan layanan kesehatan masyarakat, terutama Posyandu di Desa Kebun Pisang, Kecamatan Badiri, dan Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka.
(NAI/NAI)











