Polmed Implementasikan Smart Trash Berbasis IoT Dukung Kebersihan Sekolah (analisa/istimewa)
Analisadaily, Pematang Siantar — Tim dosen Politeknik Negeri Medan (Polmed) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) DIPA Polmed 2026 melalui implementasi Smart Trash berbasis Internet of Things (IoT) di SMKS 2 Taman Siswa Pematangsiantar, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan bertajuk “PKM Implementasi Alat Smart Trash Berbasis IoT untuk Mendukung Pengelolaan Kebersihan Lingkungan Sekolah di SMKS 2 Taman Siswa Pematangsiantar” ini bertujuan mengintegrasikan teknologi dengan pengelolaan kebersihan sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran teknologi terapan kepada siswa.
Smart Trash merupakan sistem tempat sampah yang memanfaatkan teknologi sensor, mikrokontroler, dan konektivitas IoT untuk mendukung proses pengelolaan sampah secara lebih otomatis. Penerapan teknologi tersebut menjadi salah satu contoh pemanfaatan sistem elektronika dan otomatisasi untuk menyelesaikan persoalan sehari-hari di lingkungan sekolah.
sosialisai kegiatan
Tim PKM dipimpin oleh Weno Syechu, S.T., M.Kom., dengan anggota Rian Syahputra, M.Kom., Efori Bu’ulolo, S.Kom., M.Kom., Arif Hamied Nababan, S.Kom., M.T.I., dan Nugroho Syahputra, S.Kom., M.Kom.
Dalam kegiatan tersebut, tim memberikan sosialisasi dan demonstrasi mengenai konsep dasar IoT, fungsi komponen pada Smart Trash, serta mekanisme kerja sistem. Siswa dan guru pendamping juga diperkenalkan pada penerapan sensor dan mikrokontroler sebagai bagian dari sistem otomatisasi.
kegiatan PKM
Bagi siswa sekolah kejuruan, kegiatan ini memberikan kesempatan untuk memahami bahwa teknologi IoT tidak hanya digunakan pada perangkat industri atau rumah pintar, tetapi juga dapat diterapkan pada persoalan lingkungan. Pendekatan tersebut sekaligus memperkuat pembelajaran berbasis praktik dengan menghubungkan konsep teknologi dengan kebutuhan nyata di sekitar mereka
Selain aspek pembelajaran, implementasi Smart Trash diarahkan untuk mendukung kesadaran terhadap kebersihan lingkungan sekolah. Kehadiran perangkat tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pendukung pengelolaan tempat sampah sekaligus contoh penerapan teknologi yang relevan dengan kebutuhan lingkungan pendidikan.
Kegiatan PKM DIPA Polmed 2026 ini menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, guru, dan siswa, teknologi diharapkan tidak hanya menjadi perangkat, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
(RZD)