Olimpiade Sosiologi 2026 UIN Sumut Diikuti 420 Siswa

Olimpiade Sosiologi 2026 UIN Sumut Diikuti 420 Siswa
Olimpiade Sosiologi 2026 UIN Sumut (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Program Studi Sosiologi Agama bersama Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sosiologi Agama, Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UIN Sumatera Utara, menyelenggarakan Olimpiade Sosiologi 2026 tingkat regional Sumatera Utara, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan yang dipusatkan secara luring di Kampus IV UIN Sumatera Utara tersebut diikuti 420 siswa SMA/MA sederajat dari 50 sekolah di berbagai wilayah Sumatera Utara.

Mengusung tema “Merawat Keberagaman, Menguatkan Persatuan Menuju Indonesia Emas 2045”, Olimpiade Sosiologi 2026 menjadi salah satu ruang bagi pelajar untuk mengembangkan pengetahuan dan minat terhadap ilmu Sosiologi sekaligus memperkenalkan Program Studi Sosiologi Agama FIS UIN Sumatera Utara kepada siswa tingkat sekolah menengah.

Selain olimpiade, rangkaian kegiatan juga menghadirkan kompetisi content creator yang dilaksanakan secara daring melalui media sosial. Kegiatan turut dirangkai dengan Workshop Guru Sosiologi yang diikuti guru-guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sosiologi Sumatera Utara. Workshop mengangkat tema “Guru Sosiologi di Era AI: Kompetensi dan Inovasi Pembelajaran” dengan menghadirkan Dekan FIS UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Mesiono, M.Pd., dan Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Retno Sayekti, M.LIS., sebagai narasumber.

Ketua Program Studi Sosiologi Agama FIS UIN Sumatera Utara, Neila Susanti, M.Si., mengatakan bahwa Olimpiade Sosiologi 2026 merupakan kegiatan perdana yang diselenggarakan oleh Program Studi Sosiologi Agama. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk menumbuhkan semangat pelajar dalam mempelajari dan mencintai ilmu Sosiologi, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan Program Studi Sosiologi Agama kepada calon mahasiswa.

“Program Studi Sosiologi Agama ada di UIN Sumatera Utara, dan kami menyambut hangat mahasiswa dengan latar belakang agama yang berbeda untuk menjadi mahasiswa di sini,” ujar Neila.

Ia menambahkan, Program Studi Sosiologi Agama membuka kesempatan bagi para siswa untuk melanjutkan pendidikan dan memperdalam kajian Sosiologi Agama di Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara. Neila juga mengapresiasi tingginya antusiasme peserta yang mencapai 420 siswa dari 50 sekolah.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Mesiono, M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan Olimpiade Sosiologi 2026, kompetisi content creator, serta Workshop Guru Sosiologi se-Sumatera Utara. Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah.

“Ini merupakan bagian dari ekosistem pendidikan yang mendekatkan perguruan tinggi dan sekolah,” kata Mesiono.

Dekan juga memberikan perhatian khusus terhadap keberlanjutan prestasi peserta. Ia menyampaikan bahwa siswa yang berhasil meraih prestasi dalam Olimpiade Sosiologi akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti jalur prestasi pada Program Studi Sosiologi Agama FIS UIN Sumatera Utara.

“Para juara siswa-siswinya kita perjuangkan untuk masuk jalur prestasi ke Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara,” ujarnya.

Selain memperoleh sertifikat, piala, medali emas, perak, dan perunggu, para peraih juara juga mendapatkan uang pembinaan serta golden ticket untuk mengikuti jalur prestasi pada Program Studi Sosiologi Agama. Hal ini menjadi bagian dari komitmen panitia agar penyelenggaraan olimpiade tidak berhenti sebagai kompetisi, tetapi dapat memberikan tindak lanjut bagi pengembangan pendidikan peserta.

Dalam Olimpiade Sosiologi 2026, sebanyak 50 peserta memperoleh medali emas, perak, dan perunggu. Juara III diraih Paskalia Salsalina br. Perangin-angin dari SMA Santo Thomas 1 Medan. Juara II diraih Mhd. Raffa Pratama Rahdiansyah dari SMAS Harapan 3, sedangkan Juara I diraih M. Raffi dari Wiyata Dharma. Adapun predikat juara umum diraih oleh MAN 2 Model Medan. Para juara juga memperoleh uang pembinaan. Juara I mendapatkan Rp1.000.000, juara II Rp750.000, dan juara III Rp500.000 yang diberikan oleh Yayasan Sumatera Utara Bergiat.

Sementara itu, pada kompetisi content creator, juara I diraih oleh SMAN 15 Medan, sedangkan juara II dan III diraih oleh SMA Buddhis Bodhicitta. Juara I memperoleh uang pembinaan Rp1.000.000, juara II Rp750.000, dan juara III Rp500.000 yang diberikan oleh Dekan FIS UIN Sumatera Utara.

Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan pentas seni dan kreativitas mahasiswa yang dipersembahkan oleh HMJ Sosiologi Agama. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memberikan ruang bagi peserta dan mahasiswa untuk menampilkan kreativitas sekaligus membangun suasana akademik yang interaktif.

Pelaksanaan Olimpiade Sosiologi 2026 merupakan hasil kolaborasi Program Studi Sosiologi Agama dan HMJ Sosiologi Agama dengan Pusat Olimpiade Sains Indonesia (POSI), Ikatan Sosiologi Indonesia (ISI) Wilayah Sumatera Utara, serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sosiologi Sumatera Utara, dengan dukungan Yayasan Sumatera Utara Bergiat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Program Studi, Kepala Laboratorium, Kepala Bagian Tata Usaha, dosen, serta sivitas akademika FIS UIN Sumatera Utara. Hadir pula Manajer Operasional POSI Doni Hariadi, S.T., Ketua ISI Wilayah Sumatera Utara Rusdi, M.Sos., Ketua MGMP Sosiologi Cabdis I Sumatera Utara Ikhwan Rivai Purba, M.Si., serta perwakilan Yayasan Sumatera Utara Bergiat Dr. Fuad Perdana Ginting, M.IP.

Melalui penyelenggaraan Olimpiade Sosiologi, kompetisi content creator, dan Workshop Guru Sosiologi, Program Studi Sosiologi Agama FIS UIN Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk memperkuat jejaring pendidikan antara perguruan tinggi, sekolah, guru, dan organisasi profesi sekaligus membuka ruang pengembangan minat dan prestasi siswa dalam bidang Sosiologi.

(NS/BR)

Baca Juga

Rekomendasi