Selamat Jalan Pahlawan Kemanusiaan Aiptu Herbin Silaen (Analisadaily/Ist)
Analisadaily.com, Dairi - Sosok Aiptu Herbin Silaen (49) Kepala Unit Patroli pada Satuan Lalulintas Polres Dairi mendadak jadi perbincangan di dunia nyata dan maya. Itu terutama di kalangan masyarakat Sidikalang dan sekitarnya serta kaum perantau.
Kepergiannya menghadap Sang Pencipta, Jumat (25/9), lebih cepat dibanding prakiraan. Apalagi, fisiknya sehat, periang dan tipe rileks. Banyak tak menyangka.
Tiada tanda. Tiada cerita. Dia berangkat dalam senyap tanpa sepatah pesan. Sementara, tetesan air mata dan isak tangis terlontar kendati berat merelakan menuju Jerusalem baru.
Sejumlah polisi mendorong kereta menuju kamar mayat RSUD Sidikalang. Wajah mereka lesu. Lebih banyak menunduk meninggalkan ruang IGD. Kapolres, AKBP Otniel Siahaan tampak melangkah perlahan di belakang korps Bhayangkara.
“Herbin Silaen meninggal dalam tugas. Selama 30 menit ditangani di ruang IGD RSUD Sidikalang. Dia orang baik. Semua yang mengenalnya, pasti bilang dia santun,” kata Otniel.
Otniel menyebut, ketika ada antrean panjang di SPBU, biasanya Herbin hadir di sana melakukan pengaturan. Begitu juga bila lalulintas macet khususnya di sekitaran sekolah, ia aktif menata dan mencegah laka.
“Tadi pagi, saya masih sempat bertemu. Saya melihatnya di Mapolres,” ujar Otniel.
Ya, begitulah hidup. Kita tidak tahu apa yang terjadi nanti, esok atau lusa. Kita berencana, Tuhan menentukan.
Bagimana detik-detik jelang Herbin meninggal dunia?
Diperoleh keterangan 2 versi. Kepala Lingkungan (Kepling) di Kelurahan Batang Beruh Kecamatan Sidikalang, Binsar Matanari menyebut, Herbin meninggal saat menyelamatkan bocah korban kebakaran.
“Meninggal dunia saat menyelamatkan bocah korban kebakaran. Dia terjatuh,” kata Binsar.
Internal di kepolisian menyebut, siang itu terjadi kebakaran menghanguskan 2 rumah di lorong sempit di belakang Hotel Cendrawasih di Jalan Sisingamangaraja Atas.
Polisi bersama tentara terpaksa membobol dinding beton guna menyelamatkan Jail (4,5) bocah yang dikepung kepulan asap dan api. Namun, bocah dimaksud ternyata sudah wafat.
Saat kejadian, Faidi ayah Jail sedang salat dan memberi ceramah di masjid di Panji Bako, Sitinjo. Tak lama berselang, sang ayah meluncur ke lokasi. Petugas mengevakuasi jasad ke RSUD Sidikalang. Pada waktu bersamaan, Herbin membawa Faidi naik mobil patroli menuju RSUD Sidikalang.
Setiba di depan ruang IGD, Herbin masih memarkirkan kendaraan dengan posisi bagus. Ketika turun dari mobil yang ia kemudikan, Herbin terjatuh. Dia tak sadarkan diri kurun waktu relatif lama.
Lewat nada pelan, petugas medis menyebut, Herbin masuk IGD dalam kondisi tidak sadarkan diri sebelum akhirnya dinyatakan meninggal.
“Masuk IGD dalam kondisi tidak sadarkan diri,” kata petugas medis.
Asisten Pemerintahan, Agel Siregar mengatakan, kaget mendengar kabar, Herbin berpulang.
“Saya terkejut mendengar kabar itu. Kaget. Dia orang baik. Pelayan masyarakat,” kata Agel.
Guru SMAN 1 Sidikalang, Dinmer Sihaloho mengatakan, punya beberapa kenangan manis berteman dengan Herbin.
“Herbin polisi pelayan masyarakat. Senantiasa memudahkan urusan warga. Tutur katanya lembut mengundang simpati,” kata Dinmer.
Suatu hari, ia bertemu dengan Herbin di Kantor Samsat, kata Dinmer. Ketika itu, Dinmer mengutarakan, ingin urus SIM. Herbin justru balik bertanya, kapan ada waktu? Biar kita bantu.
“Justru waktu saya yang ditanya kapan mau urus,” ungkap Dinmer.
Beberapa hari kemudian, Herbin menemaninya ke ruang SIM. Istimewanya, Dinmer memperoleh ijin mengemudi dimaksud tanpa bayaran. Pembiayaan ditalangi Herbin.
“Saya terkesan,” kata Dinmer.
Herbin disemayamkan sementara di rumah duka di Gang Dame Jalan Pahlawan. Ia meninggalkan istri, Berrina Sianturi bersama 3 anak. Ketiga si buah hati sedang dalam pendidikan level perguruan tinggi dan SMA.
Selamat jalan pahlawan kemanusiaan. Upahmu besar di Surga. Kisah empatimu akan jadi memori indah khususnya bagi anak cucu kelak
(SSR/RZD)