Dukung Lubuk Larangan, 15.500 Benih Ikan Ditebar di Desa Sibongbong Tapsel

Dukung Lubuk Larangan, 15.500 Benih Ikan Ditebar di Desa Sibongbong Tapsel
Dukung Lubuk Larangan, 15.500 Benih Ikan Ditebar di Desa Sibongbong Tapsel (HIH)

Analisadaily.com, Angkola Selatan- Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) terus mendorong pengembangan sektor perikanan darat melalui pengelolaan sumber daya perikanan berbasis masyarakat.

Salah satunya dengan menebar 15.500 ekor benih ikan di kawasan Lubuk Larangan Desa Sibongbong, Kecamatan Angkola Selatan, Minggu (27/9).

Penebaran benih tersebut dilakukan langsung Bupati Tapsel, H. Gus Irawan Pasaribu, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tapsel dan masyarakat setempat.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap keberadaan Lubuk Larangan yang selama ini dikelola secara swadaya oleh masyarakat melalui Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas) Naposo Nauli Bulung (NNB) Sibongbong.

Sebanyak 15.500 ekor benih ikan yang ditebar terdiri atas 3.000 ekor ikan jurung, 3.000 ekor ikan mas, 4.000 ekor ikan tawes, 4.000 ekor ikan baung dan 1.500 ekor ikan gurami.

Benih-benih tersebut disebar pada aliran sungai yang menjadi kawasan Lubuk Larangan dengan panjang wilayah pengelolaan sekitar 1,2 hingga 1,5 kilometer.

Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, mengatakan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat penting untuk memastikan program pembangunan tidak hanya berhenti pada perencanaan, tetapi memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

"Sektor perikanan menjadi bagian penting dari fokus kunjungan kerja kami ke desa-desa. Melalui penebaran 15.500 benih ikan ini, kita ingin menjaga kelestarian lingkungan sungai sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal," ujar Gus Irawan.

Menurutnya, keberadaan Lubuk Larangan merupakan salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian sumber daya alam, khususnya ekosistem sungai.

Karena itu, kata dia, pengelolaan yang dilakukan Pokmaswas NNB Sibongbong perlu terus didukung sehingga keberadaan ikan di sungai tetap terjaga dan pada waktunya dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

"Pengelolaan Lubuk Larangan oleh Pokmaswas NNB Sibongbong ini harus kita dukung penuh, agar nantinya hasil panen ikan dapat memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Tapsel, Saiful AP Nasution, mengatakan jenis benih yang ditebar telah disesuaikan dengan karakteristik ekosistem aliran sungai di kawasan tersebut.

"Kami mendampingi langsung penebaran varietas ikan seperti jurung, baung, mas, tawes hingga gurami karena dinilai cocok dengan ekosistem aliran Sungai Sibongbong," ujarnya.

Ia menjelaskan, penebaran berbagai jenis ikan tersebut diharapkan dapat meningkatkan populasi ikan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem perairan.

Dinas Perikanan Tapsel, lanjutnya, akan terus melakukan monitoring dan pembinaan terhadap Pokmaswas NNB Sibongbong, terutama dalam menjaga kawasan Lubuk Larangan dari aktivitas penangkapan ikan yang tidak sesuai dengan ketentuan.

"Pengawasan dan pengelolaan harus dilakukan bersama. Kami akan terus melakukan monitoring dan pembinaan kepada Pokmaswas agar kawasan Lubuk Larangan dapat terjaga dengan baik," katanya.

Saiful berharap keberadaan Lubuk Larangan tidak hanya menjadi sarana konservasi sumber daya ikan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi salah satu potensi ekonomi masyarakat desa.

"Kalau dikelola dengan baik dan berkelanjutan, potensi perikanan darat di Angkola Selatan ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,"katanya.

(HIH/BR)

Baca Juga

Rekomendasi