Transformasi 81 Tahun KAI Sumut: Dari Era Antre Loket Kini Bertahan dalam Genggaman (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat pergeseran signifikan dalam pola transaksi pengguna jasa. Masyarakat Sumatera Utara kini semakin terbiasa merencanakan perjalanan kereta api melalui ponsel pintar, seiring berkembangnya layanan digital yang memungkinkan pemesanan tiket hingga pengelolaan perjalanan dilakukan tanpa harus datang ke loket stasiun.
Kondisi tersebut tercermin dari transaksi tiket melalui aplikasi Access by KAI di wilayah KAI Divre I Sumatera Utara. Sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026, total pelanggan yang menggunakan Access by KAI untuk memesan tiket mencapai 1.495.795 orang atau setara 80 persen dari total 1.857.108 pelanggan yang dilayani.
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan bahwa peningkatan jumlah pengguna aplikasi digital ini sejalan dengan komitmen KAI untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat modern.
“Sejak pertama kali aplikasi ini hadir dengan nama KAI Access pada tahun 2014 dan kemudian terus berkembang hingga menjadi Access by KAI seperti sekarang, peminat dan penggunanya terus bertambah seiring dengan berbagai fitur dan kemudahan yang dihadirkan,” ujar Anwar, Selasa (29/9/2026).
Melalui aplikasi Access by KAI, pelanggan dapat melakukan berbagai hal secara praktis mulai dari pembelian tiket, melihat jadwal perjalanan, memilih tempat duduk, memperoleh informasi perjalanan, menggunakan fitur Trip Planner, hingga mengakses berbagai layanan pendukung perjalanan lainnya.
Di samping itu, aplikasi ini juga dilengkapi fitur female seat map yang memungkinkan pelanggan perempuan memilih teman duduk dengan penanda warna berbeda, guna meningkatkan rasa aman dan mengantisipasi potensi tindak kejahatan seksual. Tersedia pula fitur live tracking untuk memantau posisi terkini kereta api, sehingga pelanggan dapat merencanakan kelanjutan perjalanannya dengan lebih akurat.
"Digitalisasi tidak lagi berhenti pada pemindahan loket ke layar ponsel, tetapi mulai mengubah keseluruhan proses perjalanan pelanggan. Bagi pelanggan, perubahan tersebut membuat proses merencanakan perjalanan dapat dilakukan sebelum berangkat ke stasiun," jelas Anwar.
Berbagai kemudahan tersebut membuat pelanggan tidak perlu lagi membuang waktu untuk antre di stasiun. Pengelolaan tiket seperti penyesuaian jadwal ulang (reschedule) maupun pembatalan perjalanan kini dapat diselesaikan langsung dari genggaman.
Kendati digitalisasi makin mendominasi, KAI Divre I Sumut tetap mengedepankan prinsip inklusivitas dengan menyediakan saluran pemesanan tiket alternatif. Layanan tersebut meliputi Loket Box yang tersebar di 28 stasiun, situs web booking.kai.id, pusat layanan Contact Center 121, serta mitra penjualan resmi lainnya.
"Termasuk kami juga masih menyediakan loket di 15 stasiun, yang dalam 8 bulan terakhir di tahun 2026 masih digunakan oleh 160.398 pelanggan. Jumlah itu tinggal 9 persen dari total pelanggan kereta api pada periode tersebut," tambah Anwar.
Memasuki usianya yang ke-81 tahun, KAI Divre I Sumut berkomitmen untuk terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman demi memberikan pengalaman berkendara yang aman, nyaman, dan terintegrasi.
"Transformasi digital KAI bukan semata memindahkan transaksi dari loket ke aplikasi, tetapi mengubah cara masyarakat merencanakan, membeli, menjalani, dan mengelola perjalanan kereta api. Di usia ke-81 tahun perkeretaapian ini, KAI Divre I Sumut akan terus beradaptasi dan menghadirkan inovasi layanan agar kereta api selalu relevan, inklusif, dan menjadi pilihan utama mobilitas masyarakat Sumatera Utara," tutup Anwar.
(REL/RZD)