Program Pertanian Berkelanjutan, SOL Kembali Salurkan Bibit Bawang Merah Kepada Masyarakat (Analisadaily/Ist)
Analisadaily.com, Tapanuli Utara - Sarulla Operation Ltd (SOL) kembali menyalurkan bantuan sebanyak 5,3 ton bibit bawang merah jenis batu ijo kepada 63 orang warga masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani (Poktan) di 4 desa Kecamatan Pahae Julu dan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput).
Adapun bantuan bibit bawang merah sebanyak 5,3 ton yang disalurkan ini dengan rincian sebanyak 1,95 ton bibit diserahkan kepada 25 orang petani dari gabungan 7 Poktan di Desa Siopat Bahal, Kecamatan Pahae Jae.
Kemudian sebanyak 1,95 ton diserahkan kepada 23 orang petani dari 2 Poktan di Desa Lontung Dolok dan Kelurahan Onan Hasang, Kecamatan Pahae Julu, dan sebanyak 1,4 ton diserahkan kepada 15 petani dari 1 Poktan di Desa Pardamean Nainggolan, Kecamatan Pahae Jae.
External Relations Specialist SOL, Industan Sitompul menyampaikan, penyaluran bantuan 5,3 ton bibit bawang merah ini merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk memberikan dampak positif berkelanjutan dan ekonomi bagi masyarakat.
"Merupakan komitmen SOL dalam memberikan dampak positif berkelanjutan dan ekonomi bagi masyarakat melalui pengembangan pertanian bawang merah," ujarnya, Rabu (30/9).
Dia menambahkan penyaluran bibit bawang merah ini sudah berlangsung sejak tahun 2021 lalu.
"Dengan membina sebanyak 22 kelompok tani selama dua kali musim tanam," ucapnya.
Tidak hanya memberikan bantuan bibit, Dia mengatakan, SOL juga turut mendukung pengembangan dan budidaya bawang merah melalui pemberian pupuk.
"Mulai dari pupuk vegetatif dan generatif, kompos, mulsa, H?O? hingga pestisida, yang disesuaikan dengan hasil survei dan kebutuhan di lapangan," katanya.
"Kemudian dukungan non-teknis berupa pelatihan, pemberian motivasi, dan konsultasi/diskusi serta monitoring secara intensif dengan kelompok tani binaan," tambahnya.
Dia mengatakan, dalam pengembangan dan budidaya bawang merah ini, SOL juga berkolaborasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Taput melalui Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamaran Pahae Julu dan Pahae Jae.
"Serta menggandeng praktisi pertanian lokal, Bapak Jekson Ompusunggu, sebagai pendamping teknis petani," tandasnya.
Dia menerangkan, pendampingan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga pascapanen.
"Sehingga petani tidak hanya memperoleh sarana produksi, tetapi juga pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan," terangnya.
Pihaknya berharap, program pengembangan dan budidaya bawang merah ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui program pengembangan bawang merah ini SOL berupaya menjadikan pertanian bukan hanya sebagai aktivitas produksi.
"Akan tetapi menjadi salah satu jalan menuju penguatan ekonomi keluarga," pungkasnya.
"Bagi SOL, kontribusi terhadap masyarakat bukan hanya tentang apa yang diberikan hari ini, tetapi tentang kemampuan dan peluang yang dapat terus tumbuh di masa depan," pungkasnya.
(CAN/RZD)