Fondasi Makin Kokoh, INALUM Kebut Proyek Hilirisasi Miliaran Dolar

Fondasi Makin Kokoh, INALUM Kebut Proyek Hilirisasi Miliaran Dolar
Karyawan INALUM di area pengolahan air (Potable Water Filter) Kuala Tanjung. Komitmen terhadap operasional berkelanjutan menjadi fondasi INALUM dalam menjalankan hilirisasi aluminium. (Analisadaily/istimewa )

Oleh: Arifin

Analisadaily.com, Kisaran - PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) menegaskan komitmennya memperkuat fondasi hilirisasi aluminium nasional. Hal ini sejalan dengan tema IN-Journal Chapter III 2026 "Fondasi Kuat untuk Hilirisasi: Menulis Masa Depan Industri Aluminium Indonesia".

Direktur Keuangan INALUM, Ken Permana, mengatakan hilirisasi tidak bisa dimaknai hanya sebagai pembangunan smelter baru, melainkan pembangunan ekosistem industri yang bernilai tambah.

"Hilirisasi bukan sekadar tentang mengolah sumber daya, tetapi tentang bagaimana Indonesia membangun industri yang mampu menciptakan nilai tambah dari sumber dayanya sendiri," ujar Ken dalam Handbook yang diterima Analisadaily, Kamis (1/10/2026).

Ia menjelaskan, investasi INALUM kini difokuskan tidak hanya untuk menambah kapasitas produksi, tetapi juga untuk membangun teknologi dan mendorong tumbuhnya industri pengguna aluminium di dalam negeri.

"Kami ingin memastikan aluminium tidak berhenti sebagai komoditas, tetapi menjadi fondasi bagi tumbuhnya industri Indonesia yang semakin kuat, mandiri, dan berdaya saing global," tegasnya.

Fondasi tersebut tercermin dari kinerja keuangan. Berdasarkan data dari website resmi INALUM, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat korporasi INALUM menjadi idAA/Stable dari sebelumnya idAA-/Stable pada 18 Agustus 2026. Peringkat ini berlaku hingga 1 Juli 2027. Sebelumnya, S&P Global Ratings mempertahankan peringkat investment grade BBB- dengan Outlook Stable.

Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita, menyebut kenaikan peringkat itu sebagai bentuk kepercayaan pasar sekaligus tanggung jawab untuk menjaga fundamental bisnis.

"Peningkatan peringkat ini menjadi bentuk kepercayaan terhadap kinerja perusahaan sekaligus tanggung jawab untuk terus menjaga fundamental bisnis dan kesehatan keuangan," kata Melati.

Menurut Melati, peringkat tersebut akan memperkuat kredibilitas INALUM untuk mengakses pendanaan kompetitif guna mendukung proyek strategis bernilai miliaran dolar, di antaranya Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase I dan II di Mempawah, Kalimantan Barat, serta Smelter Aluminium II di Kuala Tanjung yang akan melipatgandakan kapasitas produksi dari 275 ribu ton per tahun.

Kepala Grup Pengembangan Bisnis dan Strategi INALUM, Al Jufri, menambahkan, hilirisasi akan memberi manfaat besar jika mampu menciptakan keterhubungan rantai pasok.

"Pengembangan investasi dan kemitraan strategis tidak hanya meningkatkan kapasitas dan utilisasi aset, tetapi juga memperluas pasar, meningkatkan nilai tambah produk, dan memperkuat efisiensi rantai pasok," ujar Al Jufri.

Saat ini INALUM sebagai anggota Grup MIND ID di bawah Danantara Indonesia memiliki 60 persen saham di PT Borneo Alumina Indonesia, 99,09 persen di PT Indonesia Aluminium Alloy, 33,79 persen di PT Industri Baterai Indonesia untuk rantai pasok baterai EV, serta PT Kuala Tanjung Power Plant.

Keunggulan struktural INALUM ditopang PLTA Sigura-gura dan Tangga dengan kapasitas desain 603 Megawatt yang telah beroperasi sejak 1982, yang menjadi sumber energi hijau untuk peleburan aluminium sesuai prinsip ESG.

(ARI/DEL)

Baca Juga

Rekomendasi