Akses Listrik Sumut Capai 99,86 Persen, Kementerian ESDM Fokus Garap Pelosok dan Nias

Akses Listrik Sumut Capai 99,86 Persen, Kementerian ESDM Fokus Garap Pelosok dan Nias
Akses Listrik Sumut Capai 99,86 Persen, Kementerian ESDM Fokus Garap Pelosok dan Nias (Analisadaily/Ist)

Analisadaily.com, Medan - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) memperkuat sinergi untuk mempercepat perluasan program Listrik Perdesaan (Lisdes).

Langkah ini diwujudkan melalui Rapat Sinkronisasi Usulan Lokasi Program Lisdes, Fasilitasi Penyiapan Lahan, serta Penyelesaian Perizinan yang digelar pada 7–8 Oktober 2026 di Aula Kantor PLN UID Sumatera Utara, Medan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari 33 kabupaten/kota se-Sumatera Utara serta instansi teknis terkait, seperti Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Strategis Kementerian ESDM, Andriah Feby Misna, mengungkapkan bahwa Rasio Elektrifikasi (RE) di Sumatera Utara saat ini sudah mencapai 99,86%. Namun, penuntasan akses listrik hingga ke pelosok tetap menjadi prioritas utama demi mencapai target RE 100% pada 2029.

"Untuk tahun 2026, terdapat 106 lokasi jaringan Lisdes di Sumatera Utara yang tersebar di 23 kabupaten/kota. Sekitar 44% atau 47 lokasi di antaranya berada di wilayah Kepulauan Nias dan Mandailing Natal," ujar Feby.

Feby memaparkan tiga strategi utama yang diterapkan Kementerian ESDM, yaitu: Perluasan jaringan distribusi. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal. Pembangunan PLTS Individual untuk kawasan yang sulit diakses jaringan listrik.

Guna melancarkan pelaksanaan program, Feby meminta dukungan pemda dalam pembebasan lahan, percepatan izin kawasan hutan, kejelasan koordinat lokasi, hingga sosialisasi Right of Way (ROW) atau hak lintasan jaringan listrik kepada masyarakat.

General Manager PLN UID Sumatera Utara, Rizky Mochamad, menyatakan kesiapan jajarannya dalam membangun infrastruktur kelistrikan. Ia menegaskan bahwa kepastian perizinan, lahan, dan akses jalan menjadi kunci kelancaran pengerjaan di lapangan.

"Ukuran keberhasilan program listrik desa bukan sekadar berapa banyak tiang dan jaringan yang terbangun, tetapi berapa banyak masyarakat yang akhirnya dapat menikmati listrik dan merasakan manfaat nyatanya," kata Rizky.

Menurutnya, pemerataan listrik merupakan fondasi vital untuk menggerakkan roda ekonomi produktif, mendukung sektor pendidikan, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di desa.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Timur Tumanggor, menyambut baik sinkronisasi ini. Ia menyebutkan bahwa Dinas Perindustrian, Perdagangan, ESDM Provinsi Sumut telah menerima 117 usulan lokasi Lisdes, di mana 47 lokasi berada di wilayah prioritas meliputi Nias, Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan, dan Mandailing Natal.

Timur mendorong seluruh pemerintah daerah untuk mengoptimalkan sesi coaching clinic dalam rangkaian acara tersebut agar kendala administratif dan perizinan kawasan dapat segera dituntaskan, sehingga realisasi fisik dapat dikejar pada 2027.

Sinergi lintas instansi ini diharapkan mampu mempercepat hadirnya terang listrik bagi seluruh masyarakat pedalaman Sumatera Utara, mendorong pemerataan pembangunan, dan meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah terpencil.

(JW/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi