TP PKK Madina Bawa Bantuan ke SLBN, Setiap Anak Berhak Dapat Pendidikan yang Baik

TP PKK Madina Bawa Bantuan ke SLBN, Setiap Anak Berhak Dapat Pendidikan yang Baik
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Ny. Yupri Astuti Saipullah Nasution saat mengunjungi SLBN di Panyabungan. (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Mandailing Natal - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Ny. Yupri Astuti Saipullah Nasution, menegaskan setiap anak berhak mendapatkan kasih sayang, perhatian, dan pendidikan yang layak tanpa membedakan kondisi maupun latar belakangnya.

Pesan tersebut disampaikan Yupri saat mengunjungi Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Madina di Kompleks Pendidikan STAIN Madina, Panyabungan, Senin (12/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Yupri menyerahkan bantuan berupa kursi roda, tongkat kaki, tongkat ketiak, serta bingkisan kepada para siswa. “Bagi pemerintah, tidak ada perbedaan. Semua anak adalah anak Madina, semua berhak mendapatkan kasih sayang, perhatian, dan pendidikan yang baik,” kata Yupri.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para guru serta tenaga pendidik yang selama ini telah mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus dengan penuh perhatian.

Menurut Yupri, pendidikan dan pemenuhan kebutuhan anak berkebutuhan khusus bukan hanya menjadi tanggung jawab pihak sekolah. Peran keluarga, pemerintah, dan masyarakat juga diperlukan agar setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang.

Ia menegaskan, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda rutin atau kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya menumbuhkan sikap toleransi dan kepedulian terhadap sesama.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Madina, dr. Muhammad Faisal Situmorang, turut mengapresiasi pengabdian para pendidik di SLBN Madina.

Menurut Faisal, perhatian dan kasih sayang yang diberikan guru kepada siswa tidak hanya merupakan kewajiban profesi, tetapi juga dapat menjadi ladang ibadah.

Ia mengatakan, Disdikbud Madina akan berkolaborasi dengan Dinas Sosial P3A dan Bagian Kesejahteraan Rakyat untuk membantu memenuhi kebutuhan SLBN Madina.

Kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut diharapkan dapat mendukung penyelenggaraan pendidikan sekaligus membantu mengatasi kebutuhan fasilitas sekolah.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala SLBN Madina, Ahmad Undri, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Ketua TP PKK Madina beserta rombongan dan bantuan yang diberikan kepada para siswa.

Ia berharap kunjungan tersebut dapat diikuti dengan perhatian berkelanjutan terhadap kebutuhan sekolah, sehingga dukungan yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. “SLB ini berdiri pada 2007, saat ini ada 103 siswa yang belajar di sini,” kata Undri dalam sambutannya.

Undri mengungkapkan, hingga kini fasilitas asrama sekolah belum berfungsi sebagaimana mestinya karena terkendala biaya operasional. Selain itu, mobil antar jemput siswa juga menjadi salah satu kebutuhan yang memerlukan perhatian pemerintah daerah.

Menurutnya, dukungan terhadap fasilitas tersebut penting untuk menunjang kegiatan pendidikan dan membantu memenuhi kebutuhan para siswa. Kunjungan Ketua TP PKK Madina itu juga diisi dengan penampilan sejumlah siswa SLBN Madina di hadapan Yupri Astuti dan rombongan.

Para siswa menunjukkan kemampuan mereka dalam kegiatan tersebut. Penampilan ini menjadi salah satu gambaran bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki potensi yang perlu didukung melalui perhatian, kesempatan, dan pendidikan yang memadai.

Melalui kunjungan itu, diharapkan kepedulian terhadap anak berkebutuhan khusus semakin meningkat, sekaligus mendorong sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif di Kabupaten Mandailing Natal. (RES)

(WITA)

Baca Juga

Rekomendasi