Kabut Asap Tebal Selimuti Perairan Sergai, Jarak Pandang Terbatas Bikin Nelayan Tanjung Beringin Pilih Gantung Jaring

Kabut Asap Tebal Selimuti Perairan Sergai, Jarak Pandang Terbatas Bikin Nelayan Tanjung Beringin Pilih Gantung Jaring
Kabut Asap Tebal Selimuti Perairan Sergai, Jarak Pandang Terbatas Bikin Nelayan Tanjung Beringin Pilih Gantung Jaring (Analisadaily/Ist)

Analisadaily.com, Serdang Bedagai — Aktivitas perekonomian dan keseharian para nelayan di kawasan pesisir Kabupaten Serdang Bedagai mendadak terganggu akibat fenomena alam yang mengkhawatirkan.

Dalam dua hari terakhir, kabut asap tebal tampak menyelimuti sebagian besar wilayah Sergai, khususnya kawasan pesisir Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin.

Kondisi udara yang pekat ini membuat jarak pandang di perairan Kuala Bedagai menyusut drastis dan hanya berkisar antara 200 hingga 300 meter saja, sehingga memicu rasa cemas yang mendalam di kalangan warga setempat.

Ancaman keselamatan yang nyata di tengah laut membuat sebagian besar nelayan tradisional memilih untuk mengurungkan niat mereka mencari ikan jauh dari bibir pantai.

Situasi pelayaran yang sangat berisiko akibat terbatasnya jarak pandang ini dikhawatirkan dapat memicu kecelakaan laut, terutama bagi para nelayan yang menggunakan perahu berukuran kecil di perairan terbuka.

Kepala Desa Bagan Kuala, Safril, membenarkan bahwa fenomena kabut asap pekat tersebut telah memaksa warganya untuk membatasi ruang gerak dan aktivitas pelayaran demi keselamatan jiwa mereka.

"Sebagian nelayan tidak berani beraktivitas jauh berlayar karena kabut asap yang menyelimuti kawasan ini," kata Safril saat dihubungi wartawan melalui pesan WhatsApp, Kamis (15/10/2026).

Dampak buruk dari kabut asap ini turut dikonfirmasi langsung oleh aparat penegak hukum di perairan setempat.

Kepala Satuan Polisi Perairan dan Udara Polres Sergai, AKP Bram Candra, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pihaknya terus memantau kondisi cuaca dan keselamatan di jalur pelayaran menyusutnya jarak pandang secara signifikan di perairan Kuala Bedagai.

Dengan kondisi kabut asap yang terpantau semakin pekat dari hari ke hari, para nelayan kini dihadapkan pada pilihan sulit untuk sementara waktu menghentikan aktivitas melaut demi menghindari berbagai risiko kecelakaan fatal di tengah laut.

(BAH/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi