Kepala Dinas Pendidikan Mandailing Natal, Faisal Situmorang. (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Mandailing Natal - Kabut asap kembali menyelimuti wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. Dinas Pendidikan Madina membuka peluang untuk kembali menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) jika kualitas udara memburuk hingga membahayakan kesehatan siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Mandailing Natal, Faisal Situmorang, mengatakan kebijakan PJJ masih akan mempertimbangkan perkembangan kondisi udara serta hasil evaluasi lanjutan bersama.
Faisal menyebutkan, kabut yang cukup tebal mulai terlihat pada pagi hari. Meski demikian, kegiatan belajar mengajar di sekolah untuk sementara masih berlangsung secara tatap muka.
“Memang cuaca kabutnya agak tebal sejak jam 9 pagi tadi. Untuk PJJ ke depannya ada kemungkinan, kita lihat dulu atau melalui rapat evaluasi lanjutan terkait kualitas udara tidak sehat dan membahayakan, mungkin kita akan berlakukan lagi PJJ,” ujar Faisal, Jumat (23/10/2026).
Menurut Faisal, penerapan kembali PJJ menjadi salah satu langkah antisipasi apabila kondisi udara dinilai tidak sehat dan berisiko bagi peserta didik. Namun, keputusan tersebut belum ditetapkan dan masih menunggu perkembangan situasi di lapangan.
Sebagai langkah awal untuk melindungi siswa dari paparan kabut asap, Faisal mengimbau seluruh kepala sekolah agar membagikan masker kepada peserta didik.
“Untuk sementara, imbauan kepada kepala sekolah untuk membagikan masker kepada siswa-siswi,” katanya.
Dinas Pendidikan Madina akan mempertimbangkan kondisi kualitas udara sebelum menentukan apakah pembelajaran tatap muka tetap dilanjutkan atau dialihkan sementara menjadi PJJ.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal sempat memberlakukan PJJ bagi siswa PAUD/TK, SD, dan SMP sederajat sebagai langkah perlindungan menyusul memburuknya kondisi akibat kabut asap.
Kondisi ini menjadi perhatian karena kabut asap tidak hanya berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi anak-anak yang beraktivitas di luar ruangan.
Meski peluang penerapan kembali PJJ telah disampaikan, Dinas Pendidikan Madina masih menunggu evaluasi lanjutan untuk menentukan langkah selanjutnya.
(RES)(WITA)