PJJ Dihentikan, Besok Siswa di Madina Kembali Masuk Sekolah

PJJ Dihentikan, Besok Siswa di Madina Kembali Masuk Sekolah
PJJ Dihentikan, Besok Siswa di Madina Kembali Masuk Sekolah (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Mandailing Natal - Setelah sempat menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat kabut asap, siswa di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, dijadwalkan kembali mengikuti kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka mulai Selasa 20 Oktober 2026.

Kebijakan ini diambil setelah pemerintah daerah mengevaluasi perkembangan kondisi kualitas udara yang sebelumnya dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan peserta didik dan tenaga pendidik.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal, Muhammad Faisal Situmorang, mengatakan pembelajaran tatap muka kembali dilaksanakan seiring dengan membaiknya kondisi udara di wilayah tersebut.

“Mulai Selasa, 20 Oktober 2026, pembelajaran tatap muka kembali dilaksanakan di sekolah setelah kebijakan pembelajaran jarak jauh dihentikan. Keputusan ini menyesuaikan dengan perkembangan kondisi kualitas udara di Kabupaten Mandailing Natal,” ujar Muhammad Faisal Situmorang.

Sebelumnya, kebijakan PJJ diterapkan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Madina. Melalui kebijakan tersebut, kegiatan belajar-mengajar tetap berlangsung tanpa mengharuskan siswa datang ke sekolah.

Penghentian PJJ dilakukan setelah Pemerintah Kabupaten Madina menggelar rapat koordinasi untuk mengevaluasi kondisi kabut asap bersama sejumlah instansi terkait di Kompleks Perkantoran Payaloting, Panyabungan, Senin (19/10/2026).

Bupati Madina Saipullah Nasution bersama Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution dan jajaran terkait membahas perkembangan kondisi udara sebagai salah satu dasar pengambilan keputusan.

Berdasarkan informasi yang disampaikan pemerintah daerah, hasil pemantauan BMKG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkan kualitas udara telah masuk kategori hijau atau layak.

Faisal berharap kembalinya pembelajaran tatap muka dapat membuat aktivitas pendidikan di sekolah berjalan normal. Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya memperhatikan kondisi kesehatan siswa apabila kabut asap kembali muncul.

“Kami berharap kegiatan belajar-mengajar dapat kembali berjalan normal. Namun, apabila kondisi udara kembali memburuk, kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menentukan langkah selanjutnya demi menjaga kesehatan peserta didik dan tenaga pendidik,” tambahnya.

Ia juga meminta pihak sekolah dan orang tua untuk tetap memperhatikan kondisi kesehatan anak, terutama jika kualitas udara di lingkungan tempat tinggal maupun sekolah mengalami penurunan.

Di sisi lain, pemerintah daerah meminta para camat terus memantau kondisi wilayah masing-masing, khususnya apabila ditemukan titik panas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Aparat kepolisian juga diharapkan terus melakukan upaya pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran lahan. Langkah perlindungan seperti pembagian masker juga menjadi bagian dari upaya mengantisipasi dampak kabut asap. (RES)

(WITA)

Baca Juga

Rekomendasi